Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Dompu tahun 2025 sebesar 11,15 persen. Angka ini turun sebanyak 0,44 persen dibanding tahun 2024, dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 810 jiwa menjadi total 31.270 jiwa. Secara nasional, posisi kabupaten ini berada di peringkat 168 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Bengkayang 2016-2025)
Selama periode 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencatat nilai tertinggi sebesar 30,68 persen pada tahun 2006. Nilai terendah sepanjang catatan historis tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan terbesar turun sebesar 14,18 persen pada 2008, sedangkan kenaikan tertinggi terjadi sebesar 9,57 persen pada tahun 2006.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada pada angka 11,79 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 12,07 persen. Artinya angka tahun 2025 berada sedikit lebih rendah dibanding kedua rata-rata tersebut. Peringkat nasional wilayah ini juga mengalami pergeseran membaik dari peringkat 189 pada tahun 2024 menjadi 168 di tahun ini.
Kabupaten Bima
Berada di peringkat 134 secara nasional, angka persentase kemiskinan tercatat 12,59 persen dengan penurunan sebesar 9,29 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin mencapai 66.810 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 465,48 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat wilayah ini tercatat 28,32 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 4,28 persen.
Kota Bima
Peringkat 310 nasional menjadikan wilayah ini memiliki persentase kemiskinan terendah di kelompok perbandingan, yaitu sebesar 7,33 persen dengan penurunan 9,73 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 14.540 jiwa, garis kemiskinan sebesar 520,14 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai 34,02 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 4,73 persen.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kota Balikpapan 5,85%)
Kabupaten Lombok Barat
Berada di peringkat 150 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 11,90 persen dengan penurunan 5,93 persen pada periode laporan. Jumlah penduduk miskin mencapai 92.120 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan 594,14 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat wilayah ini tercatat 26,51 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 5,87 persen.
Kabupaten Lombok Tengah
Peringkat 186 nasional, wilayah ini mencatat persentase kemiskinan sebesar 10,68 persen dengan penurunan terbesar di kelompok yaitu 11,52 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 109.250 jiwa, garis kemiskinan sebesar 568,91 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tercatat 21,39 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 5,01 persen.
Kabupaten Sumbawa Barat
Berada di peringkat 174 nasional, persentase kemiskinan tercatat 10,98 persen dengan penurunan sebesar 10,22 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 19.460 jiwa, garis kemiskinan sebesar 629,14 ribu rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini memiliki pendapatan per kapita tertinggi di kelompok yaitu 236,19 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 0,47 persen.
Kabupaten Sumbawa
Peringkat 153 secara nasional, wilayah ini mencatat persentase kemiskinan sebesar 11,79 persen dengan penurunan sebesar 8,39 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 58.230 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 492,99 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 36,33 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan sebesar 5,29 persen.