Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Buleleng Naik 1,51% dalam 5 Tahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Buleleng, Bali mencapai 6,98% pada 2025.
Angka tersebut naik 0,32% dari tahun sebelumnya sebesar 6,66%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 1,51%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Buleleng lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Buleleng yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 6,98% dari total penduduk.
Dibandingkan dengan 8 kabupaten/kota lain di Provinsi Bali, PoU di Kabupaten Buleleng ada di urutan ke-8. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Gianyar (1,16%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Karang Asem (7,15%).
Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Bali pada 2025.
- Kabupaten Gianyar: 1,16%
- Kabupaten Badung: 1,27%
- Kota Denpasar: 1,71%
- Kabupaten Tabanan: 2,83%
- Kabupaten Klungkung: 3,54%
- Kabupaten Bangli: 4,34%
- Kabupaten Jembrana: 6,05%
- Kabupaten Buleleng: 6,98%
- Kabupaten Karang Asem: 7,15%
(Baca: Ini 10 Negara dengan Jumlah Penduduk Terbanyak di Dunia Awal 2024)