185 Hotspot Terdeteksi di Indonesia Dalam 24 Jam Terakhir (Minggu, 10 Mei 2026)

1
Irfan Fadhlurrahman 10/05/2026 11:34 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Hotspot Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 185 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini bertambah 22 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Minggu (10/5/2026) pukul 11.34 WIB. Dari 185 titik panas terdeteksi, 176 titik skala sedang dan 9 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Puluhan RT di Jakarta Terdampak Banjir (5 Mei 2026))

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Kalimantan Timur sebanyak 44 titik. Nusa Tenggara Timur menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 20 titik. Maluku Utara berada di posisi ketiga sebanyak 17 titik panas.

Sebanyak 12 titik panas terdeteksi di Kalimantan Utara, Sumatera Selatan menyusul dengan 10 titik panas, serta Nusa Tenggara Barat dan Jambi masing-masing memiliki 9 dan 9 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Banjir dan Longsor Sumbar Renggut 200 Nyawa, Ini Sebarannya (4 Desember 2025))

Data Populer

Loading...