Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Tangerang pada tahun 2024 sebesar 6,55%. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 5,48% dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan jumlah penduduk 3.373.149 jiwa, terdapat 266.430 jiwa penduduk miskin di Kabupaten Tangerang.
Dibandingkan tahun 2023, jumlah penduduk miskin berkurang 9.900 jiwa. Kabupaten Tangerang menempati peringkat 376 secara nasional dalam persentase kemiskinan. Pertumbuhan ini menunjukkan perkembangan yang baik.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Labuhan Batu Utara 2015-2024)
Secara historis, persentase kemiskinan terendah di Kabupaten Tangerang terjadi pada tahun 2019 sebesar 5,14%, sedangkan tertinggi pada tahun 2006 yaitu 8,28%. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah tercatat pada tahun 2012 yaitu -11,06% dan tertinggi pada tahun 2020 sebesar 21,21%. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 6,80%, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) adalah 6,77%. Terjadi sedikit penurunan jika dibandingkan dengan 3 atau 5 tahun terakhir.
Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Banten, Kabupaten Tangerang memiliki persentase kemiskinan yang tidak terlalu jauh berbeda dengan Kota Tangerang (5,43%). Akan tetapi, lebih rendah dibandingkan Kabupaten Lebak (8,44%) dan Kabupaten Pandeglang (9,18%). Persentase ini lebih tinggi dari Kabupaten Serang (4,51%) dan Kota Serang (5,65%).
Kabupaten Lebak
Kabupaten Lebak mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 8,44%, menempati urutan ke-290 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 111.710 jiwa, sebagian kecil dari total penduduk 1.506.378 jiwa. Garis kemiskinan di Lebak adalah Rp 440.705,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 25,96 juta per tahun, pertumbuhan ekonomi yang terjadi sebesar 4.66%. Kabupaten ini menunjukkan penurunan angka kemiskinan sebesar 2,47% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan penduduk 1,47%. Kondisi ini menggambarkan tantangan yang dihadapi Lebak dalam mengurangi kemiskinan.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Kepahiang | 2005 - 2024)
Kabupaten Pandeglang
Di Kabupaten Pandeglang, persentase kemiskinan berada di angka 9,18% dan berada di urutan ke-260 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 113.450 jiwa dari total populasi 1.413.897 jiwa. Garis kemiskinan di Pandeglang adalah Rp 479.886,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 27,08 juta per tahun, meningkat 4.5%. Terjadi penurunan tipis angka kemiskinan sebesar 0,68% dengan pertumbuhan penduduk sebesar 1,57%. Upaya peningkatan ekonomi perlu terus dilakukan untuk menekan angka kemiskinan di Pandeglang.
Kabupaten Serang
Kabupaten Serang memiliki persentase kemiskinan 4,51% dan menduduki urutan ke-460 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin tercatat 68.860 jiwa dari total populasi 1.756.816 jiwa. Garis kemiskinan di Serang adalah Rp 449.291,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 60,01 juta per tahun, mengalami pertumbuhan sebesar 6.16%. Pertumbuhan penduduk 2,23% dengan angka kemiskinan yang menurun signifikan sebesar 6,73%, mengindikasikan keberhasilan program pengentasan kemiskinan di wilayah ini.
Kota Serang
Kota Serang memiliki persentase kemiskinan sebesar 5,65% dan berada di peringkat 418 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 41.620 jiwa dari total penduduk 743.748 jiwa. Garis kemiskinan di Kota Serang adalah Rp 540.786,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 58,50 juta per tahun, dengan pertumbuhan 6,28%. Penurunan angka kemiskinan mencapai 7,49%, meskipun dengan pertumbuhan penduduk 1,81%. Hal ini menandakan efektivitas program-program ekonomi yang dijalankan.
Kota Tangerang
Kota Tangerang mencatat persentase kemiskinan 5,43% dan menduduki peringkat 424 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin adalah 128.910 jiwa dari total populasi 1.927.815 jiwa. Garis kemiskinan di kota ini mencapai Rp 785.113,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 114,46 juta per tahun, tumbuh sebesar 8,06%. Penurunan angka kemiskinan yang signifikan sebesar 6,38% dengan pertumbuhan penduduk 1,49%, mencerminkan kondisi ekonomi yang relatif baik di kota ini.