Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat sebesar 8,03% pada tahun 2024. Angka ini sedikit turun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 8,18%. Dengan jumlah penduduk 446.255 jiwa, terdapat 35.180 penduduk miskin di Kabupaten Sintang.
Kabupaten Sintang menunjukkan perbaikan dalam penanggulangan kemiskinan. Persentase kemiskinan turun 1,83% dengan jumlah penduduk miskin berkurang 310 jiwa. Namun, peringkat kemiskinan di tingkat nasional berada di posisi 308 dari 514 kabupaten/kota, dan peringkat 10 di Pulau Kalimantan.
(Baca: 11,6% Penduduk di Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan Masuk Kategori Miskin)
Secara historis, persentase kemiskinan tertinggi di Kabupaten Sintang terjadi pada tahun 2006 sebesar 19,8%, sementara terendah pada tahun 2024 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2005 sebesar 14,93%, dan terendah pada tahun 2008 turun 20,41%. Dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) sebesar 8,26%, kondisi saat ini lebih baik. Dibandingkan 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 8,65%, kondisi saat ini juga lebih baik.
Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Kalimantan Barat, Kabupaten Sintang memiliki persentase kemiskinan yang berdekatan dengan beberapa wilayah. Sebagai perbandingan, Kabupaten Ketapang memiliki persentase kemiskinan 8,5%, Kabupaten Landak 8,98%, dan Kabupaten Kapuas Hulu 7,4%.
Kabupaten Bengkayang
Dengan persentase kemiskinan 6,00% dan menempati urutan 401 se-Indonesia, Kabupaten Bengkayang memiliki 16.350 jiwa penduduk miskin. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan Kabupaten Sintang. Garis kemiskinan di Kabupaten Bengkayang tercatat sebesar Rp 440.390,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakatnya mencapai Rp 40,33 juta per tahun. Pertumbuhan ekonomi di wilayah ini menunjukkan angka positif, namun tetap perlu upaya untuk menekan angka kemiskinan lebih lanjut. Penurunan persentase kemiskinan sebesar 4,46% menunjukkan progres signifikan dalam upaya pengentasan kemiskinan di wilayah tersebut.
Kabupaten Kapuas Hulu
Kabupaten Kapuas Hulu mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 7,40%, menempatkannya pada urutan 329 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini mencapai 20.770 jiwa. Garis kemiskinan di Kapuas Hulu mencapai Rp 572.644,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita di Kapuas Hulu tercatat sebesar Rp 53,96 juta per tahun. Penurunan angka kemiskinan sebesar 9,31% menunjukkan efektivitas program-program pengentasan kemiskinan yang dijalankan. Jumlah penduduk di Kapuas Hulu adalah 274.915 jiwa dengan pertumbuhan 2,26%.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Malang Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Kayong Utara
Kabupaten Kayong Utara memiliki persentase kemiskinan 8,84%, dan berada di peringkat 273 se-Indonesia. Terdapat 10.560 jiwa penduduk miskin di kabupaten ini. Garis kemiskinan di Kayong Utara tercatat sebesar Rp 386.071,00 per kapita per bulan, lebih rendah dibandingkan Sintang. Pendapatan per kapita masyarakat Kayong Utara adalah Rp 43,17 juta per tahun. Penurunan angka kemiskinan sebesar 3,18% mencerminkan perbaikan ekonomi yang stabil. Jumlah penduduk 127.346 jiwa mengalami pertumbuhan negatif turun 1,55%.
Kabupaten Ketapang
Kabupaten Ketapang mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 8,50%, menempatkannya pada peringkat 288 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini mencapai 46.590 jiwa. Garis kemiskinan di Ketapang adalah Rp 570.638,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita di Ketapang mencapai Rp 65,21 juta per tahun. Penurunan persentase kemiskinan sebesar 8,11% menunjukkan adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan jumlah penduduk mencapai 581.859 jiwa, pertumbuhan penduduknya 0,71%.
Kabupaten Landak
Kabupaten Landak memiliki persentase kemiskinan 8,98%, dengan peringkat 268 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini mencapai 35.380 jiwa. Garis kemiskinan di Landak tercatat sebesar Rp 473.797,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Landak adalah Rp 35,71 juta per tahun. Terjadi penurunan angka kemiskinan sebesar 9,93% di kabupaten ini. Jumlah penduduk 412.263 jiwa dengan pertumbuhan 1,31%.
Kabupaten Sambas
Kabupaten Sambas memiliki persentase kemiskinan 6,53% dan menempati peringkat 380 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini sebanyak 35.870 jiwa. Garis kemiskinan di Sambas tercatat sebesar Rp 528.017,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Sambas adalah Rp 43,61 juta per tahun. Penurunan angka kemiskinan sebesar 7,77% menunjukkan peningkatan kondisi ekonomi yang signifikan. Dengan jumlah penduduk 648.307 jiwa, pertumbuhan penduduknya 0,76%.