Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kota Malang mengalami penurunan persentase kemiskinan. Pada tahun 2024, persentase penduduk miskin di Kota Malang adalah 3,91%. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 8,22% dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 34.840 jiwa dari total penduduk 885.271 jiwa.
Perkembangan kemiskinan di Kota Malang menunjukkan tren positif. Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Jawa Timur, Kota Malang menduduki peringkat yang cukup baik dalam penanganan kemiskinan. Pertumbuhan jumlah penduduk di Kota Malang sebesar 1,21% turut mempengaruhi penurunan angka kemiskinan.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Kecantikan di Kab. Mamuju Utara 2018 - 2024)
Data historis kemiskinan Kota Malang menunjukkan fluktuasi. Persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 7,42%, sedangkan terendah pada tahun 2024 sebesar 3,91%. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah terjadi pada tahun 2009 yaitu -22,71%, dan tertinggi pada tahun 2020 yaitu 9,09%. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024), persentase kemiskinan saat ini lebih rendah. Secara nasional, Kota Malang berada di urutan ke-486 dalam persentase kemiskinan.
Jika dibandingkan dengan daerah sekitar di Jawa Timur, Kota Malang memiliki persentase kemiskinan yang hampir sama dengan Kota Surabaya (3,96%). Namun, Kota Malang lebih baik dari Kabupaten Sidoarjo (4,53%), tetapi lebih tinggi dari Kota Batu (3,06%).
Kota Batu
Kota Batu menempati urutan ke-504 secara nasional dalam persentase kemiskinan. Dengan angka 3,06%, jumlah penduduk miskin mencapai 6.590 jiwa. Garis kemiskinan di Kota Batu tercatat sebesar 642,78 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai 99,49 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan penduduknya 1,85%, mencerminkan dinamika ekonomi yang positif. Pertumbuhan penduduk miskin mengalami penurunan 7,18%.
Kota Madiun
Kota Madiun memiliki persentase kemiskinan 4,38% dan menduduki peringkat ke-466 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 7.840 jiwa. Garis kemiskinan di kota ini adalah 637,84 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tercatat 92,45 juta rupiah per tahun. Kota Madiun mengalami pertumbuhan penduduk yang sedikit negatif, yaitu -0,07%, dan kemiskinan menurun 7,33%.
(Baca: Nilai Ekspor Kayu dan Gabus Provinsi Papua Barat Juli 2025)
Kabupaten Sidoarjo
Dengan persentase kemiskinan 4,53%, Kabupaten Sidoarjo berada di urutan ke-458 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Sidoarjo cukup signifikan, mencapai 109.390 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini adalah 597,28 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Sidoarjo mencapai 136,72 juta rupiah per tahun, tertinggi dibanding wilayah lain. Pertumbuhan penduduk miskin Sidoarjo turun 8,19%, dan pertumbuhan penduduk 1%.
Kota Surabaya
Kota Surabaya memiliki persentase kemiskinan 3,96% dan berada di urutan ke-484 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 116.620 jiwa. Garis kemiskinan di Surabaya tercatat 742,68 ribu rupiah per kapita per bulan, tertinggi di antara wilayah lain. Pendapatan per kapita mencapai 264,37 juta rupiah per tahun. Kota Surabaya mengalami penurunan jumlah penduduk miskin yang signifikan, yaitu 14,48%, dan pertumbuhan penduduk 0,58%.