Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran untuk kecantikan di Kabupaten Mamuju Utara pada 2024 mencapai Rp42.604 per kapita per bulan. Angka ini mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 38.9% dibandingkan tahun sebelumnya. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
Jika dibandingkan dengan pengeluaran masyarakat secara keseluruhan, alokasi untuk kecantikan ini masih relatif kecil. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Mamuju Utara mencapai Rp251.204. Sedangkan untuk makanan jadi, angkanya Rp175.262. Pengeluaran untuk perawatan diri tercatat Rp65.360, sementara rokok dan tembakau mencapai Rp184.962, dan sabun mandi Rp70.474.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Kayong Utara | 2024)
Secara historis, pengeluaran untuk kecantikan di Kabupaten Mamuju Utara menunjukkan fluktuasi. Setelah mengalami penurunan pada 2019 dan kenaikan signifikan di 2020 dan 2021, pengeluaran mencapai pengeluaran tertinggi pada 2022 sebesar Rp50.790. Namun, terjadi penurunan tajam pada 2023 sebelum kembali naik signifikan di 2024.
Total pengeluaran masyarakat di Kabupaten Mamuju Utara juga mengalami perubahan. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan mencapai Rp1.361.781 pada 2024, sedikit menurun 2.2% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, pengeluaran untuk makanan justru naik 12.2% menjadi Rp719.682. Hal ini mengindikasikan adanya pergeseran prioritas konsumsi masyarakat.
Dari segi peringkat, Kabupaten Mamuju Utara menempati urutan pertama dalam hal pengeluaran untuk kecantikan di antara kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Barat pada 2024. Di tingkat nasional, kabupaten ini berada di urutan 145. Posisi ini menunjukkan bahwa kesadaran akan perawatan diri di Kabupaten Mamuju Utara cukup tinggi dibandingkan daerah lain.
Berdasarkan data BPS, Kabupaten Mamuju Utara memiliki persentase konsumsi bukan makanan yang cukup tinggi dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Barat. Kabupaten Mamuju mencatatkan pengeluaran sebesar Rp716.334, dengan pertumbuhan 36.3%. Kabupaten Mamuju Utara sendiri mencatatkan angka Rp642.098, namun dengan pertumbuhan yang lebih rendah, yaitu 2.3%. Sementara itu, Kabupaten Mamuju Tengah mencatatkan pengeluaran Rp633.624 dengan pertumbuhan 7.3%.
(Baca: Persentase Penduduk Miskin di Perkotaan Periode 2013-2025)
Kabupaten Mamuju
Kabupaten Mamuju menunjukkan performa yang kuat dalam pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan. Pada tahun 2024, angkanya mencapai Rp583.511, naik 24.7% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp468.009. Dengan pertumbuhan yang signifikan ini, Kabupaten Mamuju menunjukkan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan pangan. Meskipun demikian, dalam hal total pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan, Kabupaten Mamuju mencatatkan angka Rp1.299.845, mengalami peningkatan 4.2% dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan adanya keseimbangan antara pengeluaran untuk kebutuhan dasar dan kebutuhan lainnya.
Kabupaten Mamuju Utara
Kabupaten Mamuju Utara mencatatkan pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan sebesar Rp719.682 pada tahun 2024, meningkat 12.2% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp641.611. Peningkatan ini mencerminkan adanya peningkatan daya beli masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan. Meskipun demikian, pertumbuhan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di kabupaten ini menunjukkan penurunan turun 2.2%, dengan total pengeluaran sebesar Rp1.361.781 pada tahun 2024. Penurunan ini mengindikasikan adanya perubahan prioritas pengeluaran masyarakat atau faktor ekonomi lainnya yang mempengaruhi alokasi dana untuk berbagai kebutuhan.
Kabupaten Mamuju Tengah
Kabupaten Mamuju Tengah menunjukkan performa yang solid dalam pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan. Pada tahun 2024, pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mencapai Rp606.551, naik 13.4% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, total pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan mencapai Rp1.240.175, sedikit naik 0.2%. Kenaikan ini menunjukkan adanya stabilitas dalam kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan dasar dan kebutuhan lainnya. Peningkatan pengeluaran untuk makanan juga mengindikasikan peningkatan akses terhadap sumber pangan yang lebih baik.
Kabupaten Polewali Mandar
Kabupaten Polewali Mandar mencatatkan angka yang menarik dalam pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan. Pada tahun 2024, pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mencapai Rp588.560, naik signifikan 18.4% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, total pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan justru mengalami penurunan turun 8.7%, dengan angka Rp1.029.784. Anomali ini dapat diinterpretasikan sebagai adanya pergeseran prioritas pengeluaran masyarakat, di mana fokus lebih besar diberikan pada pemenuhan kebutuhan pangan, sementara pengeluaran untuk kebutuhan non-pangan mengalami penurunan.