Besar pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Kayong Utara pada tahun 2024 mencapai Rp146.229 per kapita per bulan. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sedikit dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu sebesar 0,3 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pengeluaran ini menempatkan Kayong Utara pada peringkat ke-4 di antara kabupaten/kota se-Kalimantan Barat dan peringkat ke-158 secara nasional.
Jika dibandingkan dengan total rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa di Kayong Utara sebesar Rp232.909, maka pengeluaran untuk rokok dan tembakau mencakup sekitar 62,7 persen dari total pengeluaran tersebut. Sementara itu, pengeluaran untuk rokok dan tembakau juga lebih besar dibandingkan rata-rata pengeluaran untuk makanan jadi yang hanya sebesar Rp187.714. Hal ini mengindikasikan bahwa konsumsi rokok dan tembakau memiliki porsi signifikan dalam pengeluaran masyarakat Kayong Utara.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau di Kab. Karang Asem 2018 - 2024)
Secara historis, pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kayong Utara mengalami fluktuasi. Data BPS menunjukkan, sejak 2018 hingga 2024, pengeluaran terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, namun sempat mengalami penurunan turun 4,3 persen pada tahun 2021. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2020 dengan angka 11,4 persen dan 2022 sebesar 15,4 persen. Meski demikian, tahun 2023 dan 2024 menunjukkan tren pertumbuhan yang melambat.
Di antara kabupaten/kota lain di Kalimantan Barat, Kabupaten Kapuas Hulu mencatatkan nilai pengeluaran tertinggi untuk rokok dan tembakau pada tahun 2024, yaitu sebesar Rp163.497 dengan pertumbuhan 15.2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Sintang berada di urutan kedua dengan Rp152.324, diikuti oleh Kabupaten Ketapang dengan Rp149.134. Pertumbuhan di Sintang dan Ketapang masing-masing tercatat sebesar 2.4 persen dan 1.4 persen. Kabupaten Sekadau justru mengalami penurunan turun 4.1 persen dengan nilai Rp142.635.
Kota Pontianak
Berdasarkan data, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Pontianak mengalami pertumbuhan signifikan. BPS mencatat, dari Rp962.620,34 pada tahun sebelumnya, menjadi Rp1.192.431 pada tahun 2024, atau meningkat sebesar 23.9 persen. Nilai ini menempatkan Kota Pontianak pada peringkat pertama se-Kalimantan Barat untuk kategori pengeluaran bukan makanan. Peningkatan ini menunjukkan adanya pergeseran alokasi dana masyarakat untuk kebutuhan di luar makanan.
Kota Singkawang
Kota Singkawang menunjukkan stabilitas dalam pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas, pengeluaran pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp759.547, sedikit di atas nilai tahun sebelumnya sebesar Rp757.106,16. Pertumbuhan yang hampir stagnan ini sebesar 0.3 persen, menempatkan Singkawang di peringkat kedua se-Kalimantan Barat. Stabilitas ini berbeda dengan fluktuasi yang terjadi di kabupaten/kota lain.
(Baca: Harga Cabai Merah di Kalimantan Timur Rp.132,6 Ribu per Kg (Jumat, 23 Januari 2026))
Kabupaten Sintang
Kabupaten Sintang menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan. Data menunjukkan peningkatan dari Rp590.484,98 pada tahun sebelumnya menjadi Rp685.825 pada tahun 2024, atau tumbuh sebesar 16.1 persen. Kenaikan ini mengindikasikan peningkatan kesejahteraan dan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan selain makanan. Namun demikian, Sintang masih berada di peringkat ketiga di antara kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.
Kabupaten Kayong Utara
Kabupaten Kayong Utara mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas, dari Rp508.910,15 pada tahun sebelumnya menjadi Rp675.863 pada tahun 2024, atau melonjak sebesar 32.8 persen. Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi kedua setelah Kabupaten Kapuas Hulu. Meski demikian, Kayong Utara masih berada di peringkat keempat se-Kalimantan Barat, tetapi menunjukkan potensi peningkatan kesejahteraan yang menjanjikan.