Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kabupaten Enrekang tahun 2024 yang menunjukkan persentase penduduk miskin turun menjadi 11,25 persen, dari 12,69 persen pada tahun sebelumnya. Selisih penurunan ini sebesar 1,44 persen dengan pertumbuhan -11,35 persen. Jumlah penduduk miskin juga turun menjadi 24.060 orang, dari 26.970 orang pada 2023, sementara total penduduk Kabupaten Enrekang naik sedikit menjadi 232.865 jiwa dengan pertumbuhan 1,26 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Buol Periode 2004 - 2024)
Dari data historis kemiskinan periode 2004-2024, persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 23,18 persen, sedangkan terendah pada tahun 2024 sebesar 11,25 persen. Pertumbuhan kemiskinan tertinggi terjadi pada 2006 sebesar 7,36 persen, dan terendah pada 2009 turun 11,75 persen. Dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir (2021-2023: 12,48 persen) dan rata-rata 5 tahun terakhir (2019-2023:12,36 persen), angka kemiskinan 2024 lebih rendah. Peringkat kemiskinan Enrekang di Indonesia turun ke urutan 196 pada 2024, dari urutan 166 pada tahun 2023.
Dibandingkan kabupaten seberang di Sulawesi Selatan, persentase kemiskinan Enrekang (11,25 persen) berada di posisi tengah. Angka ini lebih tinggi daripada Kabupaten Kepulauan Selayar dan Tana Toraja (keduanya 10,79 persen), sama dengan Kabupaten Luwu Utara (11,24 persen), dan lebih rendah daripada Kabupaten Jeneponto (11,82 persen), Luwu (11,7 persen), serta Pangkajene dan Kepulauan (12,41 persen). Pertumbuhan penurunan kemiskinan Enrekang (-11,35 persen) lebih tajam daripada sebagian besar kabupaten tetangga, kecuali Tana Toraja (-13 persen).
Kabupaten Jeneponto
Berada di peringkat 180 se-Indonesia, persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar 11,82 persen dengan jumlah penduduk miskin 43.900 orang dari total 422.267 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp31,17 juta per tahun, sedangkan garis kemiskinan ditetapkan sebesar Rp416,23 ribu per kapita per bulan. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin turun turun 9,15 persen, sementara total penduduk naik sedikit sebesar 0,98 persen pada tahun 2024.
Kabupaten Kepulauan Selayar
Terletak di peringkat 209 se-Indonesia, persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar 10,79 persen dengan jumlah penduduk miskin 14.940 orang dari total 142.464 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp58,45 juta per tahun, sedangkan garis kemiskinan ditetapkan sebesar Rp468,76 ribu per kapita per bulan. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin turun turun 11,55 persen, sementara total penduduk naik sedikit sebesar 0,79 persen pada tahun 2024.
Kabupaten Luwu Utara
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Kecantikan Kab. Batu Bara | 2024)
Berada di peringkat 198 se-Indonesia, persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar 11,24 persen dengan jumlah penduduk miskin 36.460 orang dari total 334.276 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp58,31 juta per tahun, sedangkan garis kemiskinan ditetapkan sebesar Rp431,98 ribu per kapita per bulan. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin turun turun 10,62 persen, sementara total penduduk naik sedikit sebesar 0,67 persen pada tahun 2024.
Kabupaten Luwu
Terletak di peringkat 183 se-Indonesia, persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar 11,7 persen dengan jumlah penduduk miskin 44.240 orang dari total 383.198 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp59,73 juta per tahun, sedangkan garis kemiskinan ditetapkan sebesar Rp433,90 ribu per kapita per bulan. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin turun turun 7,2 persen, sementara total penduduk naik sedikit sebesar 1,49 persen pada tahun 2024.
Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Berada di peringkat 154 se-Indonesia, persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar 12,41 persen dengan jumlah penduduk miskin 42.940 orang dari total 360.004 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp96,36 juta per tahun, sedangkan garis kemiskinan ditetapkan sebesar Rp439,19 ribu per kapita per bulan. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin turun turun 6,77 persen, sementara total penduduk naik sedikit sebesar 1,41 persen pada tahun 2024.
Kabupaten Tana Toraja
Terletak di peringkat 209 se-Indonesia, persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar 10,79 persen dengan jumlah penduduk miskin 26.300 orang dari total 258.257 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp34,74 juta per tahun, sedangkan garis kemiskinan ditetapkan sebesar Rp418,31 ribu per kapita per bulan. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin turun turun 13 persen, sementara total penduduk naik sedikit sebesar 0,46 persen pada tahun 2024.