Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan 2024 untuk Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, menunjukkan persentase penduduk miskin sedikit turun menjadi 14,65% dari 14,79% tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin sedikit turun 20 orang menjadi 41.160 orang, sementara total penduduk naik 3.652 orang menjadi 287.248 orang. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 0,95%, dengan urutan rank seindonesia 104 dan rank pulau Sumatera 23.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Ende Periode 2004 - 2024)
Dari data historis 2004-2024, persentase kemiskinan Kabupaten Rejang Lebong tertinggi di tahun 2013 sebesar 18,48% dan terendah di tahun 2024 sebesar 14,65%. Pertumbuhan kemiskinan tertinggi di 2011 sebesar 11,12% dan terendah di 2005 turun 6,72%. Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 15,05%, lebih rendah dari rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 15,14%. Rank seindonesia fluktuatif: dari urutan 188 di 2004, turun ke 103 di 2013, lalu naik turun hingga urutan 104 di 2024.
Dibandingkan kabupaten lain di Bengkulu, persentase kemiskinan Kabupaten Rejang Lebong (14,65%) lebih tinggi dari Kabupaten Bengkulu Utara (10,96%) dan Kabupaten Kepahiang (12,9%), tapi lebih rendah dari Kabupaten Kaur (17,12%), Kabupaten Seluma (17,23%), dan Kabupaten Bengkulu Selatan (17,1%). Jumlah penduduk miskinnya (41.160 orang) lebih tinggi dari Kaur dan Kepahiang, tapi lebih rendah dari Kota Bengkulu (52.960 orang).
Kabupaten Bengkulu Selatan
Rank seindonesia persentase kemiskinan berada di urutan 75, dengan angka sebesar 17,1% dan pertumbuhan turun 2,34%. Jumlah penduduk miskin mencapai 31.800 orang, dengan total penduduk sebesar 176.459 orang. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 492,63 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan perkapita masyarakat adalah 45,38 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan penduduk sebesar 1,93%, lebih tinggi dari Kabupaten Rejang Lebong, sementara pertumbuhan kemiskinan lebih turun dibandingkan wilayah tetangga tersebut.
Kabupaten Bengkulu Utara
Rank seindonesia persentase kemiskinan berada di urutan 203, dengan angka sebesar 10,96% dan pertumbuhan turun 2,1%. Jumlah penduduk miskin mencapai 34.520 orang, dengan total penduduk sebesar 307.507 orang. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 484,43 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan perkapita masyarakat adalah 41,21 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan penduduk sebesar 1,87%, sedangkan pertumbuhan kemiskinan lebih turun dibandingkan Kabupaten Rejang Lebong, membuatnya menjadi salah satu wilayah dengan kemiskinan terendah di provinsi Bengkulu.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Lampung 2015 - 2024)
Kota Bengkulu
Rank seindonesia persentase kemiskinan berada di urutan 130, dengan angka sebesar 13,76% dan pertumbuhan turun 5,6%. Jumlah penduduk miskin mencapai 52.960 orang, dengan total penduduk sebesar 394.192 orang. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 820,35 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan perkapita masyarakat adalah 83,43 juta rupiah per tahun, tertinggi di provinsi Bengkulu. Pertumbuhan penduduk sebesar 2,25%, lebih tinggi dari wilayah lain di provinsi, sementara pertumbuhan kemiskinan lebih turun dibandingkan Kabupaten Rejang Lebong.
Kabupaten Kaur
Rank seindonesia persentase kemiskinan berada di urutan 73, dengan angka sebesar 17,12% dan pertumbuhan turun 3,12%. Jumlah penduduk miskin mencapai 21.750 orang, dengan total penduduk sebesar 135.182 orang. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 432,94 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan perkapita masyarakat adalah 37,42 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan penduduk sebesar 1,77%, lebih rendah dari Kabupaten Rejang Lebong, sementara pertumbuhan kemiskinan lebih turun dibandingkan wilayah tersebut.
Kabupaten Kepahiang
Rank seindonesia persentase kemiskinan berada di urutan 146, dengan angka sebesar 12,9% dan pertumbuhan turun 7,82%. Jumlah penduduk miskin mencapai 18.730 orang, dengan total penduduk sebesar 155.520 orang. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 488,45 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan perkapita masyarakat adalah 40,07 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan penduduk sebesar 0,99%, paling rendah di provinsi Bengkulu, sementara pertumbuhan kemiskinan paling turun dibandingkan wilayah lain di provinsi, termasuk Kabupaten Rejang Lebong.
Kabupaten Seluma
Rank seindonesia persentase kemiskinan berada di urutan 72, dengan angka sebesar 17,23% dan pertumbuhan turun 3,41%. Jumlah penduduk miskin mencapai 35.080 orang, dengan total penduduk sebesar 215.354 orang. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 502,74 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan perkapita masyarakat adalah 29,17 juta rupiah per tahun, terendah di provinsi Bengkulu. Pertumbuhan penduduk sebesar 0,4%, paling rendah di provinsi, sementara pertumbuhan kemiskinan lebih turun dibandingkan Kabupaten Rejang Lebong.