Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kota Gorontalo tahun 2024, menunjukkan persentase penduduk miskin naik menjadi 5,74 persen dari 5,64 persen tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan 1,77 persen. Jumlah Penduduk Miskin juga naik menjadi 12.970 orang dari 12.620 orang, pertumbuhan 2,77 persen. Jumlah Penduduk Kota Gorontalo tahun 2024 adalah 203.812 jiwa, naik sedikit dari 203.205 jiwa tahun sebelumnya dengan pertumbuhan 0,3 persen. Rank seindonesia untuk kemiskinan Kota Gorontalo adalah 411, rank di Sulawesi adalah 73.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Dairi Periode 2004 - 2024)
Dari data historis kemiskinan periode 2004-2024, rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 5,70 persen, sedikit turun dari rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 5,73 persen. Persentase kemiskinan tertinggi Kota Gorontalo adalah 10,9 persen tahun 2004, terendah adalah 5,23 persen tahun 2008. Pertumbuhan kemiskinan tertinggi adalah 8,74 persen tahun 2011, terendah adalah -35,51 persen tahun 2008. Rank seindonesia kemiskinan Kota Gorontalo telah bergeser dari 297 tahun 2004 ke 411 tahun 2024, menunjukkan posisi kemiskinan yang lebih rendah dibandingkan daerah lain di Indonesia.
Kota Gorontalo memiliki persentase kemiskinan terendah di provinsi Gorontalo, jauh lebih rendah daripada tiga kabupaten lain di provinsi tersebut. Persentase kemiskinan Kota Gorontalo (5,74 persen) dibandingkan Kabupaten Bone Bolango (14,8 persen), Kabupaten Gorontalo Utara (16,86 persen), dan Kabupaten Gorontalo (16,43 persen). Jumlah Penduduk Miskin Kota Gorontalo (12.970 orang) juga lebih sedikit ketimbang ketiga kabupaten tersebut. Rank seindonesia Kota Gorontalo untuk kemiskinan adalah 411, sedangkan ketiga kabupaten lain berada di rank 101,78,81.
Kabupaten Bone Bolango
Persentase Penduduk Miskin di wilayah ini adalah 14,8 persen, dengan jumlah penduduk miskin sebesar 23.670 orang dan pertumbuhan kemiskinan turun sebesar 4,25 persen tahun terakhir. Rank seindonesia untuk kemiskinan adalah 101, menunjukkan posisi yang jauh lebih tinggi dibandingkan Kota Gorontalo. Jumlah penduduk wilayah ini adalah 173.416 jiwa, dengan pertumbuhan 1,85 persen tahun terakhir. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp531,29 ribu per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 5,15 persen tahun terakhir. Pendapatan per kapita masyarakat adalah Rp35,45 juta per tahun, dengan pertumbuhan 4,85 persen tahun terakhir, sedikit lebih tinggi daripada Kota Gorontalo.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Banyuwangi Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Gorontalo Utara
Persentase Penduduk Miskin di wilayah ini adalah 16,86 persen, tertinggi di provinsi Gorontalo, dengan jumlah penduduk miskin 18.990 orang dan pertumbuhan kemiskinan turun sebesar 1 persen tahun terakhir. Rank seindonesia untuk kemiskinan adalah 78, menunjukkan wilayah ini termasuk daerah dengan persentase kemiskinan yang cukup tinggi di Indonesia. Jumlah penduduk wilayah ini adalah 131.338 jiwa, dengan pertumbuhan 1,84 persen tahun terakhir. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp387,54 ribu per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 4,37 persen tahun terakhir. Pendapatan per kapita masyarakat adalah Rp33,24 juta per tahun, dengan pertumbuhan 4,79 persen tahun terakhir, lebih rendah daripada Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango.
Kabupaten Gorontalo
Persentase Penduduk Miskin di wilayah ini adalah 16,43 persen, dengan jumlah penduduk miskin sebesar 61.910 orang dan pertumbuhan kemiskinan turun sebesar 6,03 persen tahun terakhir. Rank seindonesia untuk kemiskinan adalah 81, menunjukkan posisi yang lebih tinggi dibandingkan Kota Gorontalo. Jumlah penduduk wilayah ini adalah 421.699 jiwa, tertinggi di provinsi Gorontalo, dengan pertumbuhan 1,57 persen tahun terakhir. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp605,74 ribu per kapita per bulan, tertinggi di provinsi, dengan pertumbuhan 6,56 persen tahun terakhir. Pendapatan per kapita masyarakat adalah Rp41,75 juta per tahun, tertinggi di provinsi Gorontalo, dengan pertumbuhan 5,16 persen tahun terakhir, jauh lebih tinggi daripada Kota Gorontalo.