Kementerian LHK Temukan 379 Titik Panas di Indonesia, Terbanyak di Nusa Tenggara Timur (Kamis, 12 Juni 2025)

1
Irfan Fadhlurrahman 12/06/2025 11:15 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Titik Panas Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 379 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini bertambah 37 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Kamis (12/6/2025) pukul 11.15 WIB. Dari 379 titik panas terdeteksi, 11 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 357 titik skala sedang, dan 11 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: 55 Bencana Terjadi pada Tengah September 2023, Karhutla Mendominasi)

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Nusa Tenggara Timur sebanyak 46 titik. Maluku Utara menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 45 titik. Kalimantan Barat berada di posisi ketiga sebanyak 38 titik panas.

Sebanyak 33 titik panas terdeteksi di Riau, Sumatera Selatan menyusul dengan 33 titik panas, serta Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Timur masing-masing memiliki 20 dan 17 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Akibat Karhutla, ISPA Kalimantan Selatan Capai 189 Ribu Kasus per September 2023)

Data Populer

Loading...