Perang antara Amerika Serikat-Israel versus Iran yang pecah sejak 28 Februari 2026 belum mereda dan terus memakan korban jiwa.
Menurut jaringan media Timur Tengah Al Jazeera, sampai hari ke-13 perang, yakni 12 Maret 2026, sudah ada setidaknya 2.093 orang yang tewas.
Korban jiwa paling banyak berada di Iran dan Lebanon, seperti terlihat pada grafik.
(Baca: Timur Tengah, Pusat Cadangan Minyak Dunia)
Angka itu belum mencakup korban luka-luka, yang jumlah totalnya lebih dari 20.000 orang.
Jumlah korban luka di Iran akibat perang ini diperkirakan mencapai 17.000 orang, di Israel 2.000 orang, dan di Lebanon 1.500 orang.
Sedangkan korban luka di negara-negara lain yang terseret menjadi target serangan belum tercatat lengkap.
Berdasarkan laporan Al Jazeera, sampai 12 Maret 2026, serangan gabungan AS-Israel sudah menjangkau wilayah Iran, Irak, dan Lebanon.
Kemudian serangan Iran telah menjangkau wilayah Israel, Yordania, Irak, Kuwait, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, dan Siprus.
Secara keseluruhan, medan perang AS-Israel versus Iran sudah menjangkau 12 negara di Timur Tengah.
(Baca: Ini Deretan Konflik Timur Tengah yang Guncang Pasar Minyak Global)