Institute for Economics and Peace (IEP) melalui Indeks Perdamaian Global atau Global Peace Index 2025 (GPI) menilai tingkat militerisasi sejumlah negara.
Domain militerisasi ini merupakan satu dari tiga pilar utama pembentuk GPI.
Israel menjadi negara paling militeristik di dunia pada 2025, dengan skor 3,917 dari skala 0-5 poin. Nilai ini bertambah 0,145 poin dari 2024.
Dalam penilaian GPI secara umum, Israel juga masuk jajaran negara paling tidak damai, dengan skor 3,108—menempatkan posisi 155 dari 163 negara yang dikaji.
Posisi militeristik Israel disusul oleh sekutunya, Amerika Serikat (AS) dengan skor 3,145 poin pada 2025. Nilai ini bertambah tipis 0,005 poin.
(Baca: 10 Negara dengan Belanja Militer Tertinggi di Dunia pada 2024)
Berikut rincian negara dengan indikator tingkat militeristik tertinggi dalam GPI 2025:
- Israel: 3,917 poin
- United States: 3,655 poin
- North Korea: 3,577 poin
- Ukraine: 3,536 poin
- Russia: 3,491 poin
Sementara negara dengan tingkat militeristik paling rendah secara global di antaranya:
- Islandia: 1,019 poin
- Portugal: 1,274 poin
- Malaysia: 1,319 poin
- Bhutan: 1,338 poin
- Irlandia: 1,340 poin
Menurut IEP, semakin besar pengeluaran militer suatu negara, maka domain militerisasi semakin memburuk.
"Rata-rata persentase pengeluaran militer dari produk domestik bruto (PDB) memburuk secara global, seiring semakin banyak negara yang mulai merealisasikan janji untuk meningkatkan belanja militer," tulis IEP dalam laporannya.
Kata tim riset, tahun ini merupakan penurunan terbesar ketiga sejak GPI pertama kali diluncurkan pada 2008. Dalam hitungannya, terdapat 84 negara yang pengeluaran militernya relatif meningkat dalam setahun terakhir, sedangkan yang mengalami penurunan sebanyak 50 negara.
"Sebagian besar peningkatan ini didorong oleh konflik di Ukraina dan Israel-Palestina, dengan Israel mencatat penurunan terbesar pada indikator ini," kata IEP.
Pada 2024, sebanyak 24 negara di Eropa Barat dan Tengah meningkatkan belanja militer, dengan beberapa negara lain berjanji akan menaikkannya di masa mendatang.
"Di kawasan lain, peningkatan militerisasi terutama terkonsentrasi di Afrika Sub-Sahara, di mana skor pada domain militerisasi memburuk di 23 dari 44 negara di kawasan tersebut," tulis IEP.
Riset domain militerisasi ini menggunakan sejumlah indikator, di antaranya persentase belanja militer terhadap PDB; jumlah personel militer per 100 ribu penduduk; kontribusi finansial untuk lembaga/badan PBB di bidang penjaga/misi perdamaian; impor dan ekspor senjata utama; hingga kapabilitas senjata berat/nuklir.
Selain domain militerisasi, pilar pembentuk GPI di antaranya tingkat konflik dan keamanan sosial.
(Baca: Perkembangan Belanja Militer Israel, AS, dan Iran Selama 2004-2024)