Laporan kantor berita Associated Press (AP) mengungkapkan, sejumlah negara menyatakan sikapnya terhadap Board of Peace atau Dewan Perdamaian untuk Gaza yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
AP menyebut dewan ini awalnya dirancang lingkaran kecil pemimpin dunia yang diklaim bakal mengawasi rencana gencatan senjata di Gaza.
"Namun, ambisi pemerintahan Trump kemudian berkembang, dengan Trump memperluas undangan kepada puluhan negara serta mengisyaratkan peran dewan tersebut di masa depan sebagai mediator konflik," tulis AP pada Kamis (22/1/2026).
Dalam daftar yang disusun AP, terdapat 22 negara yang sudah menyatakan sikap untuk bergabung dengan AS. Indonesia masuk di dalamnya.
Sementara ada 5 negara yang tidak bergabung dalam sementara waktu dan 14 lainnya belum menyatakan sikap.
(Baca: Jumlah Korban Akibat Serangan Israel ke Palestina per Awal 2026)
Berikut rincian negara yang bergabung, menolak sementara, dan belum menjawab terhadap pendirian Dewan Perdamaian untuk Gaza buatan Trump:
Negara yang menyatakan akan bergabung dengan dewan:
- Amerika Serikat
- Argentina
- Albania
- Armenia
- Azerbaijan
- Bahrain
- Belarus
- Bulgaria
- Mesir
- Hungaria
- Indonesia
- Yordania
- Kazakhstan
- Kosovo
- Maroko
- Mongolia
- Pakistan
- Qatar
- Arab Saudi
- Turki
- Uni Emirat Arab
- Uzbekistan
- Vietnam
Negara yang menyatakan tidak akan bergabung untuk sementara:
- Prancis
- Norwegia
- Slovenia
- Swedia
- Britania Raya
Negara yang telah diundang tetapi belum menyatakan sikap:
- Kamboja
- China
- Kroasia
- Siprus
- Jerman
- Yunani
- India
- Italia
- Komisi Eksekutif Uni Eropa
- Paraguay
- Rusia
- Singapura
- Thailand
- Ukraina
Melansir Katadata, Presiden Prabowo Subianto ikut menandatangani Piagam Dewan Perdamaian Gaza yang dilakukan di sela-sela agenda Word Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
Prabowo lalu menjelaskan alasan Indonesia ikut bergabung dalam dewan tersebut. Menurutnya forum ini merupakan peristiwa bersejarah bagi Indonesia untuk berkontribusi mencapai perdamaian di wilayah Gaza.
“Ini kesempatan bersejarah, ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza,” kata Prabowo seusai kegiatan, disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden.
Prabowo mengklaim bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza akan lebih mengalir secara lebih signifikan.
"Bantuan-bantuan kemanusiaan begitu deras, begitu besar sudah masuk. Saya sangat berharap dan Indonesia siap ikut serta,” kata Prabowo.
(Baca: Daftar Anggota Dewan Perdamaian Trump, PDB Indonesia Terbesar ke-2)