Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semesteran Kabupaten Pamekasan Jawa Timur tahun 2025. Persentase penduduk miskin berada di angka 12,77 persen, turun sebesar 0,64 persen dari tahun sebelumnya. Total penduduk miskin di wilayah ini tercatat 118.520 jiwa, berkurang sebanyak 4.940 jiwa dibandingkan periode 2024.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Samosir | 2005 - 2025)
Data historis 2004-2025 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 dengan angka 34,14 persen. Angka terendah selama periode ini tercatat pada tahun 2025. Pada tahun 2020 dan 2021 terjadi kenaikan berturut-turut sebelum kembali turun secara konsisten hingga tahun ini. Saat ini Kabupaten Pamekasan menempati urutan 130 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir Kabupaten Pamekasan berada di angka 13,34 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 14,09 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2021 sebesar 4,79 persen, sedangkan penurunan terbesar tercatat pada tahun 2008 sebesar 18,84 persen. Posisi ranking nasional wilayah ini sempat mencapai urutan 146 pada tahun 2019 sebelum bergeser membaik kembali.
Kabupaten Bojonegoro
Berada pada urutan 158 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 11,49 persen dengan penurunan sedikit sebesar 1,71 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 144.900 jiwa, garis kemiskinan berada di 490,30 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 78,89 juta rupiah per tahun yang tumbuh 2,72 persen.
Kabupaten Bondowoso
Persentase kemiskinan tercatat 12,20 persen, menempati urutan 141 secara nasional dengan penurunan sebesar 3,17 persen pada tahun terakhir. Terdapat 96.710 jiwa penduduk miskin di wilayah ini, garis kemiskinan sebesar 526,33 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita masyarakat berada di angka 35,87 juta rupiah per tahun.
(Baca: 10,54% Penduduk di Kabupaten Tana Toraja Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Lamongan
Pada urutan 147 nasional, persentase kemiskinan wilayah ini adalah 12,03 persen dengan penurunan sedikit 1,07 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 145.450 jiwa, garis kemiskinan tercatat 543,48 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat berada di angka 40,47 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 7,09 persen.
Kabupaten Ngawi
Menempati urutan 105 secara nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 13,62 persen yang turun sebesar 1,38 persen. Terdapat 114.900 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan sebesar 459,55 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 31,28 juta rupiah per tahun yang tumbuh 6,58 persen.
Kabupaten Pacitan
Berada di urutan 124 nasional, persentase kemiskinan tercatat 12,97 persen dengan penurunan sebesar 0,84 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin adalah 72.470 jiwa, garis kemiskinan terendah di antara wilayah perbandingan yaitu 386,17 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 38,22 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Tuban
Pada urutan 96 nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 14,13 persen yang turun 1,60 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 168.860 jiwa, garis kemiskinan sebesar 504,82 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat berada di angka 75,15 juta rupiah per tahun.