Kementerian LHK: Jumlah Hotspot di Indonesia Capai 609 Dalam 24 Jam Terakhir (Senin, 22 Juni 2026)

1
Irfan Fadhlurrahman 22/06/2026 11:39 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Hotspot Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 609 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini berkurang 48 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Senin (22/6/2026) pukul 11.39 WIB. Dari 609 titik panas terdeteksi, 12 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 576 titik skala sedang, dan 21 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Chad Jadi Negara dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia 2024)

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Papua Selatan sebanyak 84 titik. Kalimantan Timur menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 82 titik. Sumatera Selatan berada di posisi ketiga sebanyak 72 titik panas.

Sebanyak 42 titik panas terdeteksi di Maluku Utara, Maluku menyusul dengan 35 titik panas, serta Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan masing-masing memiliki 31 dan 30 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Kualitas Udara Jakarta Buruk, Kalah dari Ibu Kota ASEAN Lainnya)

Data Pasar

Macro update by
22 June 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Mei) 3,08% +0.66
Inflasi mom (Mei) 0,28% +0.15
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Des) 7,50% -0.75
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.824 +0.22
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Neraca perdagangan (Apr) 89,10 -97.32
Ekspor Migas (Apr) 1,16 -9.81
Impor Migas (Apr) 4,60 +45.09
Ekspor (Apr) 25,30 +12.32
Impor (Apr) 25,21 +31.28
Kunjungan Wisman (Apr) 1,25 +14.75
NTP (Mei) 113,79 +1.34

Data Populer

Loading...