Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Sawahlunto/sijunjung Naik 0,49% dalam 5 Tahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 22/06/2026 13:15 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Sawahlunto/sijunjung, Sumatera Barat (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Sawahlunto/sijunjung, Sumatera Barat mencapai 6,17% pada 2025.

Angka tersebut turun 2,5% dari tahun sebelumnya sebesar 8,67%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 0,49%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Sawahlunto/sijunjung lebih rendah dibanding rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Sawahlunto/sijunjung yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 6,17% dari total penduduk.

Dibanding 18 kabupaten/kota lain di Provinsi Sumatera Barat, PoU di Kabupaten Sawahlunto/sijunjung ada di urutan pertama. Wilayah dengan PoU tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai (10,03%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Sumatera Barat pada 2025.

  1. Kabupaten Sawahlunto/sijunjung: 6,17%
  2. Kabupaten Dharmasraya: 6,37%
  3. Kabupaten Lima Puluh Kota: 6,57%
  4. Kabupaten Solok: 6,59%
  5. Kabupaten Pasaman Barat: 7,15%
  6. Kota Pariaman: 7,18%
  7. Kabupaten Solok Selatan: 7,19%
  8. Kabupaten Padang Pariaman: 7,29%
  9. Kota Solok: 7,35%
  10. Kota Payakumbuh: 7,53%

(Baca: Jakarta, Provinsi Terpadat Penduduk di Indonesia pada Awal 2026)

Data Pasar

Macro update by
22 June 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Mei) 3,08% +0.66
Inflasi mom (Mei) 0,28% +0.15
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Des) 7,50% -0.75
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.824 +0.22
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Neraca perdagangan (Apr) 89,10 -97.32
Ekspor Migas (Apr) 1,16 -9.81
Impor Migas (Apr) 4,60 +45.09
Ekspor (Apr) 25,30 +12.32
Impor (Apr) 25,21 +31.28
Kunjungan Wisman (Apr) 1,25 +14.75
NTP (Mei) 113,79 +1.34

Data Populer

Loading...