Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Keerom, Papua, menunjukkan persentase penduduk miskin naik sedikit menjadi 15,84 persen, selisih 0,16 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin juga naik sedikit menjadi 9.520 orang, sementara jumlah penduduk keseluruhan naik 6,66 persen menjadi 70.823 jiwa. Rank seindonesia untuk persentase kemiskinan adalah 87, dan rank pulau Papua adalah 34.
(Baca: Keadaan Angkatan Kerja di Kabupaten Lamandau pada 2024)
Dari data historis 2004-2024, persentase kemiskinan di Kabupaten Keerom tertinggi di tahun 2005 (29,71 persen) dan terendah di tahun 2021 (16 persen). Pertumbuhan kemiskinan tertinggi di 2005 (13,57 persen) dan terendah di 2015 (-17,21 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 15,75 persen, lebih rendah daripada rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) yang 16,01 persen. Rank seindonesia mengalami fluktuasi, dari 100 di 2004 menjadi 87 di 2024, dengan pergeseran signifikan di 2015 ketika rank naik ke 148 akibat penurunan persentase kemiskinan yang cukup besar.
Dibandingkan kabupaten tetangga di provinsi Papua, persentase kemiskinan Kabupaten Keerom (15,84 persen) lebih rendah daripada Kabupaten Biak Numfor (23,46 persen), Kepulauan Yapen (25,69 persen), dan Waropen (29,85 persen). Namun, nilainya lebih tinggi daripada Kabupaten Jayapura (11,6 persen), Kota Jayapura (10,72 persen), dan Sarmi (14,05 persen). Jumlah penduduk miskin di Keerom (9.520 orang) lebih sedikit daripada sebagian tetangga, kecuali Kabupaten Sarmi (5.870 orang).
Kabupaten Biak Numfor
Rank seindonesia persentase kemiskinan adalah 41, dengan nilai 23,46 persen dan pertumbuhan 0,67 persen untuk jumlah penduduk miskin (35.940 orang). Garis kemiskinan di wilayah ini adalah 677,66 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita mencapai 46,47 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk keseluruhan adalah 149.476 jiwa dengan pertumbuhan 1,41 persen, lebih rendah daripada pertumbuhan penduduk di Keerom. Persentase kemiskinan di sini lebih tinggi daripada Keerom, menunjukkan kondisi kemiskinan yang lebih parah.
Kabupaten Jayapura
Rank seindonesia persentase kemiskinan adalah 188, dengan nilai 11,6 persen dan pertumbuhan 2,01 persen untuk jumlah penduduk miskin (15.210 orang). Garis kemiskinan mencapai 729,23 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita adalah 117,90 juta rupiah per tahun, jauh lebih tinggi daripada Keerom. Jumlah penduduk adalah 203.152 jiwa dengan pertumbuhan 1,07 persen. Persentase kemiskinan di sini lebih rendah, menunjukkan kondisi ekonomi yang lebih baik untuk sebagian besar masyarakat.
Kota Jayapura
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Kecantikan Kota Depok | 2024)
Rank seindonesia persentase kemiskinan adalah 215, dengan nilai 10,72 persen dan pertumbuhan 3,2 persen untuk jumlah penduduk miskin (33.840 orang). Garis kemiskinan tertinggi di antara tetangga, yaitu 1.179,02 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita adalah 94,67 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk mencapai 404.351 jiwa dengan pertumbuhan 0,12 persen yang sangat rendah. Meskipun jumlah penduduk miskin banyak, persentasenya lebih rendah karena jumlah penduduk keseluruhan yang jauh lebih besar.
Kabupaten Kepulauan Yapen
Rank seindonesia persentase kemiskinan adalah 33, dengan nilai 25,69 persen dan pertumbuhan 0,23 persen untuk jumlah penduduk miskin (26.090 orang). Garis kemiskinan adalah 782,03 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita adalah 44,48 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk adalah 115.648 jiwa dengan pertumbuhan 1,08 persen. Persentase kemiskinan di sini jauh lebih tinggi daripada Keerom, menunjukkan sebagian besar masyarakat masih hidup di bawah garis kemiskinan.
Kabupaten Sarmi
Rank seindonesia persentase kemiskinan adalah 120, dengan nilai 14,05 persen dan pertumbuhan 7,71 persen untuk jumlah penduduk miskin (5.870 orang). Garis kemiskinan adalah 653,44 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita adalah 88,76 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk adalah 44.200 jiwa dengan pertumbuhan 4,44 persen. Persentase kemiskinan di sini lebih rendah daripada Keerom, namun pertumbuhan jumlah penduduk miskin yang tinggi menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dalam satu tahun terakhir.
Kabupaten Waropen
Rank seindonesia persentase kemiskinan adalah 19, dengan nilai 29,85 persen dan pertumbuhan 4,46 persen untuk jumlah penduduk miskin (10.300 orang). Pendapatan per kapita adalah 68,45 juta rupiah per tahun, lebih tinggi daripada Keerom. Jumlah penduduk adalah 38.189 jiwa dengan pertumbuhan 2,42 persen. Persentase kemiskinan tertinggi di antara tetangga, menunjukkan hampir sepertiga masyarakat di wilayah ini hidup di bawah garis kemiskinan, meskipun pendapatan per kapita tidak terlalu rendah.