Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Keerom, Papua, tahun 2024 sebesar 15,84 persen. Angka ini naik sedikit dari tahun 2023 yang sebesar 15,68 persen, dengan pertumbuhan 1,02 persen. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini juga naik sedikit menjadi 9.520 orang, dari 9.320 orang tahun sebelumnya. Jumlah penduduk keseluruhan naik 6,66 persen menjadi 70.823 jiwa, sehingga proporsi penduduk miskin tetap relatif stabil. Kabupaten Keerom berada di urutan ke-87 persentase kemiskinan se-Indonesia dan ke-34 di Pulau Papua.
(Baca: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Papua Barat | 2025)
Data historis kemiskinan Kabupaten Keerom periode 2004-2024 menunjukkan fluktuasi yang signifikan. Persentase kemiskinan tertinggi tercatat di tahun 2005 sebesar 29,71 persen, sedangkan terendah di tahun 2021 sebesar 16 persen. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 15,76 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) adalah 15,92 persen, sehingga angka tahun 2024 sedikit di atas rata-rata 3 tahun terakhir dan sedikit di bawah rata-rata 5 tahun terakhir. Pertumbuhan persentase kemiskinan tertinggi terjadi di tahun 2005 sebesar 13,57 persen, dan terendah di tahun 2015 turun 17,21 persen. Rank seindonesia persentase kemiskinan berfluktuasi dari urutan ke-100 di tahun 2004, turun ke urutan ke-64 di tahun 2005, lalu naik turun hingga urutan ke-87 di tahun 2024.
Kabupaten Biak Numfor
Kabupaten ini berada di urutan ke-41 persentase kemiskinan se-Indonesia dengan angka 23,46 persen, lebih tinggi dari Kabupaten Keerom. Jumlah penduduk miskin mencapai 35.940 orang dengan pertumbuhan 0,67 persen, jauh lebih banyak daripada Keerom. Garis kemiskinan di sini sebesar Rp677,66 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan perkapita masyarakat sebesar Rp46,47 juta per tahun dengan pertumbuhan 3,12 persen. Jumlah penduduk keseluruhan 149.476 jiwa, dua kali lipat lebih banyak daripada Keerom.
Kabupaten Jayapura
Dengan urutan ke-188 persentase kemiskinan se-Indonesia, angka kemiskinan di sini sebesar 11,6 persen, lebih rendah daripada Kabupaten Keerom. Jumlah penduduk miskin 15.210 orang dengan pertumbuhan 2,01 persen, lebih banyak daripada Keerom. Garis kemiskinan sebesar Rp729,23 ribu per kapita per bulan, dan pendapatan perkapita tertinggi di antara kabupaten berdekatan sebesar Rp117,90 juta per tahun dengan pertumbuhan 5,32 persen. Jumlah penduduk keseluruhan 203.152 jiwa, hampir tiga kali lipat lebih banyak daripada Keerom.
Kota Jayapura
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Muna Barat Periode 2016 - 2024)
Kota ini berada di urutan ke-219 persentase kemiskinan se-Indonesia dengan angka 10,72 persen, paling rendah di antara kabupaten berdekatan Keerom. Jumlah penduduk miskin mencapai 33.840 orang dengan pertumbuhan 3,2 persen, lebih banyak daripada Keerom. Garis kemiskinan tertinggi di kelompok ini sebesar Rp1.179,02 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan perkapita sebesar Rp94,67 juta per tahun dengan pertumbuhan 3,71 persen. Jumlah penduduk keseluruhan 404.351 jiwa, lima kali lipat lebih banyak daripada Keerom.
Kabupaten Kepulauan Yapen
Berada di urutan ke-33 persentase kemiskinan se-Indonesia, angka kemiskinan di sini sebesar 25,69 persen, tertinggi di antara kabupaten berdekatan Keerom. Jumlah penduduk miskin 26.090 orang dengan pertumbuhan 0,23 persen, lebih banyak daripada Keerom. Garis kemiskinan sebesar Rp782,03 ribu per kapita per bulan, dan pendapatan perkapita paling rendah di kelompok sebesar Rp44,48 juta per tahun dengan pertumbuhan 4,75 persen. Jumlah penduduk keseluruhan 115.648 jiwa, lebih banyak daripada Keerom.
Kabupaten Sarmi
Dengan urutan ke-120 persentase kemiskinan se-Indonesia, angka kemiskinan di sini sebesar 14,05 persen, sedikit lebih rendah daripada Kabupaten Keerom. Jumlah penduduk miskin paling sedikit di kelompok sebesar 5.870 orang dengan pertumbuhan 7,71 persen, tertinggi di antara kabupaten berdekatan. Garis kemiskinan sebesar Rp653,44 ribu per kapita per bulan, dan pendapatan perkapita sebesar Rp88,76 juta per tahun dengan pertumbuhan 6,34 persen. Jumlah penduduk keseluruhan 44.200 jiwa, lebih sedikit daripada Keerom.
Kabupaten Waropen
Berada di urutan ke-19 persentase kemiskinan se-Indonesia, angka kemiskinan di sini sebesar 29,85 persen, tertinggi di provinsi Papua di antara kelompok ini. Jumlah penduduk miskin 10.300 orang dengan pertumbuhan 4,46 persen, sedikit lebih banyak daripada Keerom. Pendapatan perkapita sebesar Rp68,45 juta per tahun dengan pertumbuhan 4,36 persen. Jumlah penduduk keseluruhan 38.189 jiwa, paling sedikit di antara kabupaten berdekatan Keerom.