Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Persentase penduduk miskin turun 1,84 poin menjadi 23,96% dari 25,8% tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin turun 3.700 orang menjadi 56.430 orang dari total penduduk 268.186 orang. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 7,13%, menempatkan kabupaten ini peringkat 39 se-Indonesia dan 10 di Nusa Tenggara dan Bali.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi Kab. Buleleng | 2024)
Dari data historis 2010-2024, persentase kemiskinan tertinggi terjadi di 2010 (43,12%) dan terendah di 2024 (23,96%). Nilai 2024 lebih rendah dibanding rata-rata 3 tahun terakhir (2021-2023: 26,26%) dan rata-rata 5 tahun terakhir (2019-2023: 27,16%). Pertumbuhan kemiskinan terendah terjadi di 2018 (-10,07%) dan tertinggi positif di 2019 (0,69%). Peringkat se-Indonesia bergeser dari 14 di 2010 ke 39 di 2024, sebagian besar turun kecuali sedikit naik di 2019 dan 2021.
Dibandingkan kabupaten tetangga di NTB, persentase kemiskinan Kabupaten Lombok Utara lebih tinggi dari Kabupaten Bima (13,88%), Lombok Timur (14,51%), dan Sumbawa (12,87%). Jumlah penduduk miskinnya (56.430 orang) lebih sedikit dari Lombok Timur (185.030 orang) dan Bima (72.920 orang), tetapi lebih banyak dari Sumbawa (63.000 orang). Pertumbuhan persentase kemiskinan yang turun 7,13% hampir sama dengan Lombok Timur (-7,17%) dan Sumbawa (-6,53%), dan lebih besar dari Bima (-2,44%).
Kabupaten Bima
Peringkat 125 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan sebesar 13,88%, dengan jumlah penduduk miskin 72.920 orang dari total 541.319 orang. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar Rp451,39 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita mencapai Rp27,15 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun sedikit sebesar 2,44%, lebih kecil dibandingkan Kabupaten Lombok Utara. Penduduk bertambah sedikit sebesar 1,06%, garis kemiskinan naik 5,14%, dan pendapatan per kapita naik 4,26% dalam tahun terakhir.
(Baca: Produk Utama yang Diimpor Indonesia dari Malaysia. pada 2023)
Kabupaten Lombok Timur
Peringkat 106 se-Indonesia dengan persentase kemiskinan 14,51%, memiliki jumlah penduduk miskin 185.030 orang dari total 1.427.856 orang. Garis kemiskinan di sini sebesar Rp583,96 ribu per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita sebesar Rp18,59 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 6,38%, hampir sama dengan Kabupaten Lombok Utara. Penduduk bertambah 1,67%, garis kemiskinan naik 6,87%, dan pendapatan per kapita naik 5,23%—naik lebih tinggi dibandingkan dua kabupaten tetangga lainnya.
Kabupaten Sumbawa
Peringkat 148 se-Indonesia dengan persentase kemiskinan 12,87%, jumlah penduduk miskinnya 63.000 orang dari total 526.008 orang. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar Rp477,77 ribu per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita mencapai Rp34,51 juta rupiah per tahun—nilai tertinggi di antara ketiga kabupaten tetangga. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 6,53%, garis kemiskinan naik 8,1% (paling tinggi di antara ketiga), pendapatan per kapita naik 4,35%, dan penduduk bertambah sedikit sebesar 0,79% dalam tahun terakhir.