Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Lombok Utara pada 2024 sebesar 23,96%. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 25,8%. Dengan jumlah penduduk miskin 56.430 jiwa dari total 268.186 jiwa, kemiskinan di Lombok Utara berada di urutan ke-39 se-Indonesia.
Perkembangan kemiskinan di Lombok Utara menunjukkan penurunan signifikan dalam satu tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin berkurang 3.700 jiwa, mencerminkan penurunan 6,15%. Persentase kemiskinan juga mengalami penurunan 7,13%. Dibandingkan kabupaten lain di Nusa Tenggara Barat, penurunan ini cukup signifikan.
(Baca: 14,53% Penduduk di Kabupaten Kulonprogo Masuk Kategori Miskin)
Data historis menunjukkan fluktuasi angka kemiskinan di Lombok Utara selama periode 2010-2024. Persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada 2010, mencapai 43,12%. Angka terendah tercatat pada 2024. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah terjadi pada 2013 yaitu -0,31%, sedangkan pertumbuhan tertinggi terjadi pada 2019 yaitu 0,69%. Pada 2024, Lombok Utara berada di urutan ke-39 secara nasional, meningkat dari urutan ke-33 pada 2023. Rata-rata persentase kemiskinan dalam tiga tahun terakhir adalah 25,23%, sedangkan dalam lima tahun terakhir adalah 26,15%.
Dibandingkan kabupaten tetangga di Nusa Tenggara Barat, Lombok Utara memiliki persentase kemiskinan yang lebih tinggi. Kabupaten Bima memiliki persentase 13,88%, Lombok Timur 14,51%, dan Sumbawa 12,87%. Meski demikian, Lombok Utara menunjukkan penurunan persentase kemiskinan yang lebih besar dibandingkan Kabupaten Bima dan Lombok Timur.
Kabupaten Bima
Kabupaten Bima menempati urutan ke-125 se-Indonesia dengan persentase kemiskinan 13,88%. Jumlah penduduk miskin mencapai 72.920 jiwa, lebih banyak dibandingkan Lombok Utara, dari total populasi 541.319 jiwa. Garis kemiskinan di Bima tercatat sebesar Rp 451.386 per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 5,14%. Pendapatan per kapita mencapai Rp 27,15 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk miskin menurun 2,44% lebih rendah dibandingkan Lombok Utara yang -6,15%.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Puncak Jaya Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Lombok Timur
Dengan persentase kemiskinan 14,51%, Lombok Timur menduduki peringkat ke-106 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 185.030 jiwa, jauh lebih besar dibandingkan Lombok Utara dan Bima, dari total populasi 1.427.856 jiwa. Garis kemiskinan tercatat Rp 583.957 per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 6,87%. Pendapatan per kapita di Lombok Timur mencapai Rp 18,59 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin juga mengalami penurunan 6,38% lebih rendah dari Lombok Utara yang -6,15%.
Kabupaten Sumbawa
Kabupaten Sumbawa mencatatkan persentase kemiskinan 12,87% dan berada pada urutan ke-148 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 63.000 jiwa, lebih tinggi dari Lombok Utara, dari total populasi 526.008 jiwa. Garis kemiskinan tercatat sebesar Rp 477.774 per kapita per bulan, menunjukkan pertumbuhan 8,1%. Pendapatan per kapita di Sumbawa mencapai Rp 34,51 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin menurun 6,53% lebih rendah dibandingkan Lombok Utara yang -6,15%.