Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran perkapita seminggu untuk bawang bombay di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, pada tahun 2025 adalah 35 Rupiah/Kapita/Minggu. Dari data historis periode 2022-2025, pertumbuhan pengeluaran mengalami fluktuasi: tahun 2023 mengalami kenaikan tertinggi sebesar 67.62%, tahun 2024 turun sebesar 37.8%, dan tahun 2025 tidak ada perubahan (pertumbuhan 0%). Rata-rata pertumbuhan selama 3 tahun terakhir (2023-2025) adalah sekitar 9.94%, sedangkan periode 4 tahun (2022-2025) menunjukkan kondisi tidak stabil dengan perubahan yang signifikan antara tahun.
(Baca: Harga Telur Ayam (Per Kg) di Pasar Tradisional di Papua | 2026)
Pada tahun 2025, nilai pengeluaran Purbalingga sama persis dengan tahun sebelumnya, sehingga selisih nilainya adalah 0. Dibandingkan rata-rata nilai tiga tahun terakhir (33.57, 56.27, 35.0) yaitu sekitar 41.61 Rupiah/Kapita/Minggu, nilai tahun terakhir 35 adalah sedikit lebih rendah. Hal ini menunjukkan bahwa pengeluaran di tahun 2025 tidak mampu mencapai rata-rata periode sebelumnya.
(Baca: Daftar 10 Siswa Lolos Ujian Masuk SMA8 DEPOK 2025)
Dibandingkan dengan kabupaten lain, Kabupaten Tasikmalaya (Jawa) memiliki nilai tahun terakhir 36 Rupiah/Kapita/Minggu dengan pertumbuhan -18.18% (turun 8 dari tahun sebelumnya), sementara Kabupaten Serdang Bedagai (Sumatera) memiliki nilai yang sama 36 dengan pertumbuhan 157.14% (naik 22 dari tahun sebelumnya). Purbalingga memiliki nilai sedikit lebih rendah dibanding kedua kabupaten ini, dengan pertumbuhan yang stagnan pada tahun 2025.
Ranking Purbalingga menurut pulau Jawa mengalami penurunan dari posisi 70 pada tahun 2024 ke 99 pada tahun 2025, sedangkan ranking se-Indonesia turun dari 199 ke 342. Penurunan ini menunjukkan bahwa posisi Purbalingga dalam kategori pengeluaran bawang bombay perkapita seminggu menjadi lebih rendah dibandingkan sebagian besar kabupaten/kota di Jawa dan seluruh Indonesia pada tahun 2025.