Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Buleleng pada tahun 2024 mencapai 36787 Rupiah. Angka ini naik sebesar 9,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 33600 Rupiah, dengan selisih pengeluaran sebesar 3186 Rupiah. Pengeluaran ini merupakan bagian dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di wilayah tersebut yang mencapai 158872 Rupiah, serta sebesar 17204 Rupiah untuk kategori kecantikan secara umum.
(Baca: Harga Emas Hari Ini Selasa, 3 Maret 2026 Turun Rp13.000,0)
Jika dibandingkan dengan pengeluaran total per kapita sebulan (makanan dan bukan makanan) di Kabupaten Buleleng tahun 2024 yang sebesar 1083151 Rupiah, pengeluaran untuk perawatan kulit hanya menyumbang sekitar 3,4 persen dari total tersebut. Pengeluaran untuk makanan jadi sendiri mencapai 145677 Rupiah per kapita sebulan, lebih besar dibandingkan pengeluaran perawatan kulit. Sementara itu, pengeluaran untuk sabun mandi mencapai 53686 Rupiah per kapita sebulan, juga lebih tinggi dibandingkan pengeluaran perawatan kulit.
Data historis pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Buleleng selama periode 2018 hingga 2024 menunjukkan fluktuasi yang jelas. Tahun 2018, pengeluaran mencapai 23940 Rupiah, kemudian naik sebesar 25,2 persen menjadi 29963 Rupiah pada tahun 2019. Tahun 2020 terjadi penurunan sebesar 24,4 persen menjadi 22645 Rupiah, sebelum naik kembali sebesar 19,2 persen pada tahun 2021 menjadi 26987 Rupiah. Tahun 2022 mengalami penurunan sedikit sebesar 6,6 persen menjadi 25206 Rupiah, kemudian naik drastis sebesar 33,3 persen pada tahun 2023 menjadi 33600 Rupiah, dan terus naik sebesar 9,5 persen pada tahun 2024. Pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2024, sedangkan terendahnya pada tahun 2020.
Dalam perbandingan antar kabupaten/kota di provinsi Bali tahun 2024, Kabupaten Buleleng menempati peringkat ke-7 untuk pengeluaran perawatan kulit per kapita sebulan. Peringkat pertama dipegang oleh Kota Denpasar dengan pengeluaran 143765 Rupiah yang tumbuh sebesar 23 persen dari tahun sebelumnya, diikuti oleh Kabupaten Badung dengan 135907 Rupiah yang tumbuh sebesar 34,1 persen. Kabupaten Tabanan menempati peringkat ke-3 dengan 83606 Rupiah (penurunan 3,4 persen), Kabupaten Gianyar ke-4 dengan 77552 Rupiah (penurunan 2,2 persen), dan Kabupaten Bangli ke-5 dengan 63002 Rupiah (penurunan 12,7 persen).
Jika dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024), pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Buleleng mencapai rata-rata 31864 Rupiah per kapita sebulan, yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) sebesar 27680 Rupiah. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan pengeluaran perawatan kulit di wilayah tersebut dalam tiga tahun terakhir lebih baik dibandingkan periode lima tahun sebelumnya.
Kota Denpasar
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Tanjung Jabung Barat | 2024)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Denpasar tahun 2024 mencapai 1639727 Rupiah, tumbuh sebesar 31,3 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 1249199 Rupiah. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan mencapai 2621625 Rupiah per kapita sebulan, dengan pengeluaran makanan sendiri sebesar 981898 Rupiah yang tumbuh sebesar 34,4 persen. Kota Denpasar menempati peringkat ke-1 di provinsi Bali untuk pengeluaran bukan makanan dan total makanan serta bukan makanan, serta peringkat ke-2 untuk pengeluaran makanan.
Kabupaten Badung
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Badung tahun 2024 mencapai 1502940 Rupiah, tumbuh sebesar 45,2 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 1034734 Rupiah. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan mencapai 2584651 Rupiah per kapita sebulan, dengan pengeluaran makanan sendiri sebesar 1081710 Rupiah yang tumbuh sebesar 52,9 persen. Kabupaten Badung menempati peringkat ke-2 di provinsi Bali untuk pengeluaran bukan makanan dan total makanan serta bukan makanan, serta peringkat ke-1 untuk pengeluaran makanan.
Kabupaten Gianyar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Gianyar tahun 2024 mencapai 1127702 Rupiah, tumbuh sebesar 3,8 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 1086483 Rupiah. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan mencapai 1940086 Rupiah per kapita sebulan, dengan pengeluaran makanan sendiri sebesar 812384 Rupiah yang tumbuh sebesar 27,1 persen. Kabupaten Gianyar menempati peringkat ke-3 di provinsi Bali untuk pengeluaran bukan makanan dan total makanan serta bukan makanan, serta peringkat ke-3 untuk pengeluaran makanan.
Kabupaten Tabanan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Tabanan tahun 2024 mencapai 962775 Rupiah, tumbuh sebesar 69,9 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 566808 Rupiah. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan mencapai 1694324 Rupiah per kapita sebulan, dengan pengeluaran makanan sendiri sebesar 731549 Rupiah yang tumbuh sebesar 38,5 persen. Kabupaten Tabanan menempati peringkat ke-4 di provinsi Bali untuk pengeluaran bukan makanan dan total makanan serta bukan makanan, serta peringkat ke-5 untuk pengeluaran makanan.