Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah semester 2025 sebesar 5,30 persen. Angka ini naik sedikit sebesar 0,04 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan total penduduk miskin mencapai 9.750 jiwa. Secara nasional wilayah ini menempati urutan 413 dari 514 kabupaten kota seluruh Indonesia.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Batam | 2004 - 2025)
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan di wilayah ini tercatat tertinggi pada tahun 2005 sebesar 11,91 persen, dan terendah pada tahun 2020 sebesar 4,79 persen. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 5,18 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir berada di angka 5,16 persen.
Urutan peringkat nasional wilayah ini mengalami pergeseran selama 21 tahun terakhir. Pada tahun 2004 berada di urutan 280 nasional, kemudian secara bertahap bergeser turun hingga mencapai urutan paling bawah di peringkat 451 pada tahun 2020. Saat ini peringkat kembali bergeser naik ke posisi 413 nasional.
Kabupaten Barito Selatan
Berada di urutan 431 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 4,94 persen dengan pertumbuhan 2,28 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 7.090 jiwa, garis kemiskinan berada di angka 564,34 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 68,43 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 4,93 persen setiap tahunnya.
Kabupaten Barito Utara
Pada urutan 406 nasional, persentase kemiskinan tercatat 5,52 persen dengan penurunan sebesar 2,65 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin sebanyak 7.440 jiwa, garis kemiskinan berada pada 654,10 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 88,61 juta rupiah per tahun, menjadikannya wilayah dengan pendapatan tertinggi kedua dari kelompok kabupaten perbandingan.
(Baca: 5,83% Penduduk di Kabupaten Kota Waringin Timur Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Gunung Mas
Menempati urutan 408 nasional, persentase kemiskinan sebesar 5,48 persen mengalami penurunan 3,52 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 6.670 jiwa, garis kemiskinan sebesar 585,48 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita berada di angka 72,37 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan tahunan mencapai 7,89 persen.
Kabupaten Kapuas
Pada posisi 408 nasional, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan 5,48 persen dengan pertumbuhan naik 4,38 persen pada tahun terakhir. Memiliki jumlah penduduk miskin terbanyak sebesar 20.430 jiwa dari seluruh kabupaten perbandingan, garis kemiskinan tercatat 529,06 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat berada di angka 62,15 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Kota Waringin Barat
Berada di urutan 466 nasional, persentase kemiskinan sebesar 4,27 persen mengalami kenaikan 3,89 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 14.180 jiwa, garis kemiskinan berada pada 558,96 ribu rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatatkan pendapatan per kapita tertinggi sebesar 121,22 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan tahunan 9,87 persen.
Kabupaten Pulang Pisau
Menempati urutan 438 nasional, persentase kemiskinan sebesar 4,79 persen mengalami kenaikan 5,04 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 6.230 jiwa, garis kemiskinan sebesar 564,87 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat berada di angka 58,66 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan tahunan 6,95 persen.