Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kabupaten Sigi tahun 2024, menunjukkan persentase penduduk miskin turun sedikit dari 12,83% pada 2023 menjadi 12,06% pada 2024, dengan selisih -0,77 persen poin. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini turun 1.670 jiwa menjadi 29.800 jiwa, sementara jumlah keseluruhan penduduk naik 5.522 jiwa menjadi 270.189 jiwa. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 6%, membuat Kabupaten Sigi berada di urutan ke-30 di pulau Sulawesi dan urutan ke-166 se-Indonesia.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Tojo Una Una Periode 2005 - 2024)
Dari data historis 2010-2024, persentase kemiskinan Kabupaten Sigi tertinggi pada tahun 2010 sebesar 15,09% dan terendah pada tahun 2014 sebesar 11,63%. Pertumbuhan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada 2015 sebesar 9,63% dan terendah pada 2013 turun 7,05%. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 12,39%, sedikit lebih rendah dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 12,41%. Urutan rank se-Indonesia berfluktuasi: dari urutan ke-199 pada 2010 turun ke-233 pada 2014, lalu naik kembali ke-166 pada 2024, menunjukkan peningkatan posisi kemiskinan di tingkat nasional.
Kabupaten Buol
Berada di urutan ke-143 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, posisi ini lebih baik dibandingkan Kabupaten Sigi. Persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar 13,08%, dengan pertumbuhan sedikit turun turun 0,35% dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin sebesar 23.050 jiwa, lebih sedikit dibandingkan Kabupaten Sigi, dengan jumlah keseluruhan penduduk sebesar 160.493 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar Rp477,64 ribu per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 8,96% dari tahun sebelumnya. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp51,14 juta per tahun, naik 7,12% dari tahun sebelumnya, menunjukkan peningkatan daya beli masyarakat secara perlahan.
Kabupaten Morowali Utara
Berada di urutan ke-171 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, posisi ini lebih baik dibandingkan Kabupaten Sigi. Persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar 11,95%, dengan pertumbuhan turun sedikit turun 7% dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin sebesar 16.740 jiwa, jauh lebih sedikit dibandingkan Kabupaten Sigi, dengan jumlah keseluruhan penduduk sebesar 150.634 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar Rp594,14 ribu per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 6,82% dari tahun sebelumnya. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp236,45 juta per tahun, dengan pertumbuhan tertinggi di antara kabupaten tetangga sebesar 12,75%, menunjukkan perkembangan ekonomi yang cukup pesat.
Kabupaten Morowali
(Baca: 20,9% Penduduk di Kabupaten Seram Bagian Timur Masuk Kategori Miskin)
Berada di urutan ke-190 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, posisi ini lebih buruk dibandingkan Kabupaten Sigi. Persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar 11,55%, dengan pertumbuhan turun sedikit turun 6,17% dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin sebesar 14.990 jiwa, paling sedikit di antara kabupaten tetangga, dengan jumlah keseluruhan penduduk sebesar 190.449 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar Rp590,03 ribu per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 6,66% dari tahun sebelumnya. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp1.003,19 juta per tahun, tertinggi di antara kabupaten tetangga, dengan pertumbuhan 8,19% dari tahun sebelumnya, menunjukkan ekonomi yang kuat di wilayah ini.
Kabupaten Toli Toli
Berada di urutan ke-153 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, posisi ini lebih baik dibandingkan Kabupaten Sigi. Persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar 12,45%, dengan pertumbuhan turun sedikit turun 2,38% dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin sebesar 30.390 jiwa, lebih banyak dibandingkan Kabupaten Sigi, dengan jumlah keseluruhan penduduk sebesar 241.224 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar Rp441,98 ribu per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 8,98% dari tahun sebelumnya. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp47,35 juta per tahun, naik 5,81% dari tahun sebelumnya, menunjukkan peningkatan ekonomi yang stabil.
Kabupaten Banggai Kepulauan
Berada di urutan ke-156 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, posisi ini lebih baik dibandingkan Kabupaten Sigi. Persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar 12,32%, dengan pertumbuhan turun sedikit turun 4,13% dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin sebesar 14.860 jiwa, sedikit lebih sedikit dibandingkan Kabupaten Morowali, dengan jumlah keseluruhan penduduk sebesar 129.171 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar Rp453,55 ribu per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 4,83% dari tahun sebelumnya. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp43,17 juta per tahun, naik 8,08% dari tahun sebelumnya, menunjukkan peningkatan ekonomi yang konsisten.
Kabupaten Banggai
Berada di urutan ke-374 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, posisi ini paling buruk di antara kabupaten tetangga. Persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar 6,56%, dengan pertumbuhan turun sedikit turun 5,48% dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin sebesar 26.210 jiwa, lebih sedikit dibandingkan Kabupaten Sigi, dengan jumlah keseluruhan penduduk sebesar 374.896 jiwa (paling banyak di antara kabupaten tetangga). Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar Rp515,33 ribu per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 5,43% dari tahun sebelumnya. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp107,88 juta per tahun, naik 5,93% dari tahun sebelumnya, menunjukkan perkembangan ekonomi yang stabil meskipun rank kemiskinan rendah.