Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Sigi pada 2024 sebesar 12,06%. Angka ini sedikit turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 12,83%. Jumlah penduduk miskin tercatat 29.800 jiwa dari total 270.189 jiwa penduduk.
Dalam kurun waktu 2010-2024, persentase kemiskinan di Sigi fluktuatif. Titik tertinggi terjadi pada 2010 dengan 15,09%, sedangkan terendah pada 2014 sebesar 11,63%. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah terjadi pada 2024 yaitu -6%, sementara tertinggi pada 2015 mencapai 9,63%. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024), angka kemiskinan saat ini lebih rendah. Jika dibandingkan lima tahun terakhir (2020-2024), kondisi saat ini juga menunjukkan penurunan.
(Baca: 29% Penduduk di Kabupaten Maybrat Masuk Kategori Miskin)
Secara nasional, Kabupaten Sigi berada di peringkat 166 dalam hal persentase kemiskinan. Peringkat ini sedikit bergeser dari tahun sebelumnya yang berada di posisi 163. Di Pulau Sulawesi, Sigi menempati urutan ke-30. Dibandingkan kabupaten lain di Sulawesi Tengah yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Sigi berada di antara Kabupaten Toli Toli dan Kabupaten Banggai Kepulauan.
Kabupaten Buol
Kabupaten Buol mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 13,08%, menduduki peringkat 143 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Buol mencapai 23.050 jiwa dari total 160.493 jiwa penduduk. Garis kemiskinan di wilayah ini mencapai Rp 477.640,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tercatat Rp 51,14 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk di Buol mencapai 2,49%, sementara pertumbuhan angka kemiskinan mengalami penurunan sebesar 2,1%.
Kabupaten Morowali
Dengan persentase kemiskinan 11,55%, Kabupaten Morowali menduduki peringkat 190 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 14.990 jiwa dari total populasi 190.449 jiwa. Garis kemiskinan di Morowali mencapai Rp 590.027,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita di Morowali tergolong tinggi, mencapai Rp 1.003,19 juta per tahun, mencerminkan ekonomi yang lebih kuat dibandingkan wilayah lain. Morowali mengalami pertumbuhan penduduk yang signifikan sebesar 6,26%, sementara angka kemiskinan turun sebesar 6,17%.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Bungo Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Morowali Utara
Kabupaten Morowali Utara memiliki persentase kemiskinan 11,95% dan berada di peringkat 171 secara nasional. Terdapat 16.740 jiwa penduduk miskin dari total 150.634 jiwa. Garis kemiskinan di Morowali Utara adalah Rp 594.137,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 236,45 juta per tahun. Pertumbuhan penduduknya 3,40% dan kemiskinan menurun 7,00%.
Kabupaten Toli Toli
Persentase kemiskinan di Kabupaten Toli Toli adalah 12,45% dengan peringkat 153 di Indonesia. Jumlah penduduk miskinnya mencapai 30.390 jiwa dari total populasi 241.224 jiwa. Garis kemiskinan tercatat Rp 441.975,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita di Toli Toli sebesar Rp 47,35 juta per tahun. Kabupaten ini mencatatkan pertumbuhan penduduk sebesar 2,17% dan penurunan angka kemiskinan sebesar 3,11%.
Kabupaten Banggai Kepulauan
Kabupaten Banggai Kepulauan mencatat persentase kemiskinan sebesar 12,32% dan berada di peringkat 156 secara nasional. Jumlah penduduk miskinnya adalah 14.860 jiwa dari total 129.171 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini mencapai Rp 453.552,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tercatat Rp 43,17 juta per tahun. Kabupaten Banggai Kepulauan mengalami pertumbuhan penduduk sebesar 2,48% dan penurunan angka kemiskinan sebesar 4,5%.
Kabupaten Banggai
Kabupaten Banggai memiliki persentase kemiskinan yang lebih rendah, yaitu 6,56%, menempatkannya pada peringkat 374 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Banggai adalah 26.210 jiwa dari total 374.896 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini mencapai Rp 515.334,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Banggai mencapai Rp 107,88 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk di Banggai relatif rendah, hanya 0,78%, namun angka kemiskinan juga mengalami penurunan sebesar 5,48%.