Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Tojo Una Una, Sulawesi Tengah. Persentase penduduk miskin turun sedikit menjadi 16,36 persen dari 16,74 persen tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan -2,27 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 26.120 orang, turun 390 orang dari tahun 2023, sedangkan total penduduk naik 3.066 orang menjadi 172.465 jiwa. Kabupaten ini berada di peringkat 5 teratas kemiskinan di Sulawesi dan 83 se-Indonesia.
(Baca: Persentase Penduduk Miskin di Perdesaan Periode 2013-2025)
Data historis kemiskinan 2005-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi di tahun 2006 (31,63 persen) dan terendah di tahun 2022 (16,12 persen). Pertumbuhan kemiskinan tertinggi terjadi tahun 2006 (8,1 persen) dan terendah tahun 2010 (-8,27 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 16,41 persen, sedikit lebih rendah dari rata-rata 5 tahun terakhir (16,44 persen). Peringkat nasional kemiskinan berfluktuasi, dari 68 pada 2005 hingga 83 pada 2024, dengan penurunan ke 99 pada 2017 sebelum kembali naik ke 83.
Dibandingkan kabupaten tetangga di Sulawesi Tengah, persentase kemiskinan Tojo Una Una lebih tinggi dibandingkan tiga wilayah lain. Jumlah penduduk miskinnya paling kecil, sedangkan total penduduk juga paling sedikit di antara keempat kabupaten. Garis kemiskinan di wilayah tetangga berkisar 438,40 ribu hingga 620,27 ribu rupiah per kapita/bulan, dengan pendapatan per kapita sekitar 50,14 hingga 53,14 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Donggala
Persentase kemiskinan tahun 2024 adalah 15,3 persen, dengan pertumbuhan -5,85 persen dan peringkat 95 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 47.680 orang, sedangkan total penduduk 316.037 jiwa dengan pertumbuhan 1,51 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah 438,40 ribu rupiah per kapita/bulan, yang paling rendah di antara tiga wilayah tetangga. Pendapatan per kapita mencapai 53,14 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan 8,82 persen dan peringkat 238 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskinnya lebih dari dua kali lipat dibandingkan Tojo Una Una, sedangkan total penduduknya hampir dua kali lebih banyak.
(Baca: Persentase Penduduk Perempuan di Perkotaan yang Mempunyai Keluhan Kesehatan Periode 2013-2024)
Kabupaten Parigi Moutong
Persentase kemiskinan tahun 2024 adalah 14,2 persen, dengan pertumbuhan -4,76 persen dan peringkat 114 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 74.570 orang, yang paling banyak di antara tiga wilayah tetangga, dengan total penduduk 459.566 jiwa dan pertumbuhan 1,11 persen. Garis kemiskinan adalah 553,01 ribu rupiah per kapita/bulan, dengan pendapatan per kapita 51,06 juta rupiah per tahun dan pertumbuhan 7,17 persen. Peringkat nasional untuk jumlah penduduk miskin berada di 106, yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lain di provinsi ini. Jumlah penduduknya lebih dari dua kali lipat dibandingkan Tojo Una Una, sedangkan persentase kemiskinan lebih rendah sekitar 2 persen.
Kabupaten Poso
Persentase kemiskinan tahun 2024 adalah 14,23 persen, dengan pertumbuhan -6,13 persen dan peringkat 113 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 39.630 orang, dengan total penduduk 252.652 jiwa dan pertumbuhan 0,83 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah 620,27 ribu rupiah per kapita/bulan, yang paling tinggi di antara tiga wilayah tetangga. Pendapatan per kapita mencapai 50,14 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan 7,74 persen dan peringkat 260 se-Indonesia. Peringkat nasional untuk persentase kemiskinan sedikit lebih tinggi dari Parigi Moutong, sedangkan jumlah penduduk miskinnya lebih banyak sekitar 13 ribu orang dibandingkan Tojo Una Una.