Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Lingga mencapai 9,99 persen pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 11,28 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 9.020 jiwa dari total 101.978 jiwa.
Perkembangan kemiskinan di Kabupaten Lingga menunjukkan penurunan signifikan. Persentase kemiskinan tahun ini berada di urutan ke-240 se-Indonesia. Dibandingkan kabupaten lain di Kepulauan Riau, penurunan ini cukup menggembirakan.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Samarinda Periode 2004 - 2024)
Data historis menunjukkan fluktuasi angka kemiskinan di Kabupaten Lingga. Persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 32,27 persen. Sementara persentase terendah adalah 9,99 persen pada tahun 2024. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2020 sebesar 7,53 persen, sedangkan pertumbuhan terendah terjadi pada tahun 2008 turun 39,49 persen. Kondisi terakhir ini lebih baik dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir yaitu 13,08 persen, dan rata-rata 5 tahun terakhir yaitu 12,7 persen.
Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Kepulauan Riau, Kabupaten Lingga memiliki persentase kemiskinan yang lebih tinggi dari Kota Tanjung Pinang (6,86 persen), Kabupaten Karimun (5,78 persen), dan Kabupaten Kepulauan Anambas (6,67 persen). Hal ini menunjukkan perlunya perhatian khusus untuk mengatasi masalah kemiskinan di Kabupaten Lingga.
Kota Tanjung Pinang
Kota Tanjung Pinang mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 6,86 persen, berada di urutan ke-360 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskinnya mencapai 15.390 jiwa dari total populasi 237.580 jiwa. Garis kemiskinan di kota ini mencapai Rp 798.218 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Tanjung Pinang tercatat Rp 105,38 juta per tahun, dengan pertumbuhan 5,16 persen. Pertumbuhan jumlah penduduknya sebesar 1,79 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Pandeglang Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Karimun
Kabupaten Karimun memiliki persentase kemiskinan 5,78 persen, menduduki peringkat 408 secara nasional. Terdapat 13.990 jiwa penduduk miskin dari total 272.391 jiwa. Garis kemiskinan di Karimun adalah Rp 492.654 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita di wilayah ini mencapai Rp 69,61 juta per tahun, mengalami pertumbuhan sebesar 6,6 persen. Pertumbuhan penduduknya tercatat 1,73 persen.
Kabupaten Kepulauan Anambas
Dengan persentase kemiskinan 6,67 persen, Kabupaten Kepulauan Anambas berada di urutan 370 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini sebanyak 2.980 jiwa dari total populasi 50.703 jiwa. Garis kemiskinan di Anambas adalah Rp 504.332 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakatnya mencapai Rp 362,07 juta per tahun, namun mengalami penurunan sebesar 7,62 persen. Pertumbuhan jumlah penduduk Anambas adalah 2,9 persen.