KLHK Deteksi 13.727 Hotspot di Indonesia, Terbanyak di Kalimantan Tengah (Jumat, 28 Agustus 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 13.727 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini bertambah 972 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Jumat (28/8/2026) pukul 11.36 WIB. Dari 13.727 titik panas terdeteksi, 886 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 12136 titik skala sedang, dan 705 titik skala rendah.
Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.
(Baca: Banjir dan Karhutla, Bencana Terbanyak di Indonesia Sepanjang 2025)
Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Kalimantan Tengah sebanyak 5379 titik. Kalimantan Barat menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 2383 titik. Sumatera Selatan berada di posisi ketiga sebanyak 1492 titik panas.
Sebanyak 829 titik panas terdeteksi di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan menyusul dengan 795 titik panas, serta Jawa Timur dan Kepulauan Bangka Belitung masing-masing memiliki 295 dan 270 titik panas terdeteksi.
Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.
Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.
(Baca: Jumlah Titik Panas Karhutla di Indonesia Melonjak pada Agustus 2026)
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.691 | -0.34 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |