Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data jumlah pekerja sektor Industri Pengolahan Kabupaten Boven Digoel, Papua sampai tahun 2025. Pada tahun 2025, jumlah pekerja tercatat sebesar 291 pekerja, merupakan nilai terendah sepanjang periode pencatatan sejak 2015. Sepanjang periode, tren jumlah pekerja di wilayah ini menunjukkan penurunan, dengan total perubahan nilai sebesar minus 78,43 persen dibandingkan awal pencatatan.
(Baca: Harga Kopi Kontrak Tiga Bulan - US Coffee C Futures Turun Menuju Level 322.15 Pound (Rabu, 26 Agustus 2026))
Sepanjang data historis, pertumbuhan tertinggi pekerja industri pengolahan terjadi pada tahun 2018 dengan peningkatan 162,05 persen dari tahun sebelumnya, di mana jumlah pekerja mencapai puncak 3535 pekerja. Penurunan terbesar terjadi pada tahun 2025 dengan kontraksi sebesar 74,34 persen dibandingkan tahun 2024. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir tercatat minus 46,5 persen, jauh lebih buruk dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang masih tercatat positif 2,69 persen.
Perkembangan peringkat wilayah juga menunjukkan penurunan yang signifikan. Pada tahun 2019 Kabupaten Boven Digoel pernah menempati peringkat 1 jumlah pekerja industri pengolahan di seluruh Pulau Papua, namun pada tahun 2025 posisinya merosot ke peringkat 16. Secara nasional, peringkat wilayah ini juga turun dari posisi 258 pada tahun 2018 menjadi peringkat 463 tahun 2025 dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
Kabupaten Lampung Barat
Kabupaten Lampung Barat menempati peringkat 149 di Pulau Sumatera dan peringkat 460 secara nasional untuk jumlah pekerja industri pengolahan tahun 2025. Wilayah ini mencatat jumlah pekerja akhir sebesar 332 pekerja, dengan kontraksi pertumbuhan sebesar 89,13 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai penurunan pekerja di wilayah ini mencapai 2721 pekerja, merupakan penurunan terbesar dibandingkan lima wilayah perbandingan lainnya meskipun nilai akhir pekerjanya masih lebih tinggi dibandingkan Boven Digoel.
Kabupaten Kolaka Utara
Pada posisi peringkat 78 di Pulau Sulawesi dan peringkat 461 nasional, Kabupaten Kolaka Utara memiliki jumlah pekerja industri pengolahan akhir sebesar 308 pekerja tahun 2025. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 75,42 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pengurangan total pekerja sebanyak 945 pekerja. Nilai pekerja akhir di wilayah ini hanya terpaut 17 pekerja lebih banyak dibandingkan Kabupaten Boven Digoel pada periode yang sama.
Kabupaten Mahakam Hulu
(Baca: Harga Gandum Kontrak Tiga Bulan - US Wheat Futures Pagi Hari Diperdagangkan 760,5 Bushel (Jumat, 28 Agustus 2026))
Kabupaten Mahakam Hulu merupakan satu-satunya wilayah perbandingan yang mencatat pertumbuhan positif pekerja industri pengolahan tahun 2025. Wilayah yang berada di Pulau Kalimantan ini menempati peringkat 52 di pulau nya dan peringkat 462 nasional, dengan jumlah pekerja akhir 296 pekerja. Pertumbuhan tercatat sebesar 133,07 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan sebanyak 169 pekerja pada periode tersebut.
Kabupaten Maluku Barat Daya
Kabupaten Maluku Barat Daya menempati peringkat 17 di Pulau Maluku dan peringkat 464 secara nasional untuk jumlah pekerja industri pengolahan tahun 2025. Wilayah ini mencatat jumlah pekerja akhir sebesar 284 pekerja, mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 37,58 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan pengurangan sebanyak 171 pekerja. Nilai pekerja di wilayah ini berada sedikit di bawah nilai pekerja Kabupaten Boven Digoel pada tahun yang sama.
Kabupaten Teluk Bintuni
Sebagai wilayah perbandingan lain yang berada di Pulau Papua, Kabupaten Teluk Bintuni menempati peringkat 17 di pulau dan peringkat 465 nasional tahun 2025. Jumlah pekerja industri pengolahan di wilayah ini tercatat sebesar 282 pekerja, dengan penurunan sebesar 19,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peringkat wilayah ini berada satu tingkat di bawah Kabupaten Boven Digoel pada skala nasional untuk periode pencatatan yang sama.
Kabupaten Mamasa
Kabupaten Mamasa yang berada di Pulau Sulawesi menempati peringkat 79 di pulau nya dan peringkat 466 secara nasional tahun 2025. Wilayah ini mencatat jumlah pekerja industri pengolahan akhir sebesar 257 pekerja, mengalami penurunan sebesar 17,89 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan pengurangan sebanyak 56 pekerja. Nilai pekerja di wilayah ini merupakan yang terendah dari seluruh enam wilayah yang dibandingkan pada data ini.