Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Surakarta pada Desember 2025, berkurang 0,11 persen menjadi 4,5 persen dibandingkan dengan Desember 2024. Dalam delapan semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami tren penurunan melanjutkan tren semester sebelumnya yang juga sedang dalam masa penurunan.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kabupaten Buton Selatan 49.845 dan Angka Pengangguran 2,92 Persen)
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
Besarnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) dalam lima semester terakhir, pernah berada di titik tertinggi pada 2020 sebesar 7,92% dan terendah pernah tercatat pada 2019 silam sebesar 4,16%.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Minahasa Tenggara 3,38 Persen)
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 191 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2 persen .
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) ini, tercermin dari angka penduduk yang bekerja dan jumlah angkatan kerja yang dipublish BPS tahun ini. Jumlah angkatan kerja di Kota Surakarta mengalami trend kenaikan dalam 18 tahun terakhir. Sementara itu dalam enam tahun terakhir, jumlah angkatan kerja dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah angkatan kerja sebanyak 291,86 ribu jiwa kemudian jumlahnya naik menjadi 301,59 ribu jiwa pada tahun 2025.
Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja, Jumlah pekerja di Kota Surakarta mengalami trend kenaikan dalam 16 tahun terakhir. Kondisi yang berbeda terlihat usai covid dalam enam tahun terakhir, jumlah pekerja dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah pekerja sebanyak 278,51 ribu pekerja, kemudian jumlahnya naik dari tahun sebelumnya sebanyak 16.957 pekerja menjadi 289,9 ribu pekerja pada tahun 2025.
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Surakarta tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus meningkat di tahun 2025. Perekonomian di wilayah ini pada 2025 lalu tercatat 5,63 persen. Sebelumnya pada 2024 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 5,62 persen .
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terbesar di provinsi Jawa Tengah pada 2025 yakni :
- Kabupaten Brebes 8,09 persen
- Kabupaten Tegal 7,61 persen
- Kabupaten Cilacap 7,4 persen
- Kabupaten Pemalang 6,61 persen
- Kabupaten Banyumas 6,26 persen
- Kota Tegal 5,82 persen
- Kota Semarang 5,65 persen
- Kabupaten Banjarnegara 5,39 persen
- Kabupaten Batang 5,07 persen
- Kabupaten Kebumen 4,95 persen
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terkecil pada 2025 yakni :
- Kabupaten Wonogiri 2,16 persen
- Kabupaten Temanggung 2,31 persen
- Kabupaten Rembang 2,9 persen
- Kabupaten Boyolali 2,97 persen
- Kabupaten Grobogan 3,12 persen
- Kabupaten Pekalongan 3,24 persen
- Kabupaten Kudus 3,24 persen
- Kabupaten Karanganyar 3,26 persen
- Kabupaten Jepara 3,3 persen
- Kabupaten Sragen 3,49 persen