Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester Kabupaten Bengkulu Utara tahun 2025. Persentase penduduk miskin tercatat 10,07 persen, turun 0,89 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 10,96 persen. Jumlah penduduk miskin saat ini berjumlah 31.990 jiwa, berkurang sebanyak 2.530 jiwa dibandingkan 2024.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Sumbawa 2016-2025)
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat tertinggi pada tahun 2004 sebesar 23,91 persen, dan terendah pada tahun 2025 ini. Posisi ranking kemiskinan secara nasional berada di urutan 217 dari total 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Dalam 5 tahun terakhir, angka kemiskinan wilayah ini terus mengalami penurunan setiap tahun. Penurunan terbesar terjadi pada tahun 2025 dengan penurunan sebesar 8,12 persen, merupakan penurunan terbesar sejak tahun 2008. Rata-rata penurunan dalam 3 tahun terakhir mencapai 4,23 persen setiap tahun.
Kabupaten Bengkulu Tengah
Berada pada urutan 233 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 9,74 persen dengan penurunan sebesar 3,94 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 595,05 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 57,78 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk miskin tercatat 11.610 jiwa dengan penurunan sedikit sebesar 3,09 persen.
Kabupaten Kepahiang
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Gowa | 2004 - 2025)
Menempati urutan 200 secara nasional, angka kemiskinan tercatat 10,38 persen dengan penurunan sangat besar mencapai 19,53 persen pada periode terakhir. Garis kemiskinan berada pada angka 496,28 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 43,40 juta rupiah per tahun. Tercatat 15.200 jiwa penduduk masuk kategori miskin pada data terbaru.
Kabupaten Lebong
Posisi 213 secara nasional menjadi catatan wilayah ini dengan persentase kemiskinan 10,10 persen, mengalami penurunan sebesar 3,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Garis kemiskinan ditetapkan 540,90 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita tercatat 43,59 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk miskin tercatat 12.200 jiwa pada data rilis semester ini.
Kabupaten Mukomuko
Urutan 220 secara nasional untuk indikator kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 10,05 persen dengan penurunan sebesar 6,60 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan berada pada 575,28 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 40,61 juta rupiah per tahun. Sebanyak 19.670 jiwa penduduk tercatat berada di bawah garis kemiskinan wilayah ini.
Kabupaten Rejang Lebong
Menempati urutan 154 secara nasional, angka kemiskinan wilayah ini tercatat 11,71 persen dengan penurunan terbesar di antara seluruh kabupaten di Bengkulu yaitu sebesar 20,07 persen. Garis kemiskinan ditetapkan 604,70 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 48,05 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk miskin mencapai 33.190 jiwa pada data rilis tahun 2025.