Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Belitung Timur tahun 2024 sebesar 6,36 persen, turun sedikit dari tahun sebelumnya yang 6,73 persen dengan pertumbuhan turun 5,5 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini juga turun menjadi 8.500 orang dari 8.890 orang tahun sebelumnya, sementara jumlah penduduk keseluruhan naik menjadi 132.121 jiwa dengan pertumbuhan 1,51 persen. Di tingkat nasional, Kabupaten Belitung Timur berada di peringkat 386 untuk persentase kemiskinan, dan peringkat 119 di pulau Sumatera.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Belitung Periode 2004 - 2024)
Data historis kemiskinan dari 2004 hingga 2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 16,94 persen, sedangkan terendah pada tahun 2011 sebesar 7,13 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2005 sebesar 18,77 persen, dan terendah pada tahun 2008 turun 19,06 persen. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 6,53 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) yang 6,64 persen, menunjukkan tren penurunan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Peringkat nasional Kabupaten Belitung Timur untuk persentase kemiskinan mengalami fluktuasi, seperti naik dari 394 pada 2014 ke 390 pada 2015, lalu turun ke 397 pada 2016 sebelum kembali stabil pada rentang 381-395 hingga tahun 2024.
Dibandingkan dengan kabupaten lain di Kepulauan Bangka Belitung yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Kabupaten Belitung Timur berada di posisi kedua dengan persentase 6,36 persen, di bawah Kabupaten Belitung (6,11 persen) dan di atas Kabupaten Bangka Tengah (5,94 persen) serta Kabupaten Bangka (4,24 persen). Jumlah penduduk miskinnya 8.500 orang, lebih rendah dibandingkan Kabupaten Bangka (14.760 orang), Kabupaten Belitung (11.970 orang), dan Kabupaten Bangka Tengah (12.040 orang). Namun, pertumbuhan jumlah penduduk miskinnya turun turun 4,39 persen, yang lebih signifikan dibandingkan Kabupaten Bangka (-0,74 persen) tetapi hampir sama dengan Kabupaten Belitung (-4,32 persen), berbeda dengan Kabupaten Bangka Tengah yang mengalami peningkatan sebesar 13,8 persen.
Kabupaten Bangka
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Papua 2018 - 2024)
Persentase kemiskinan sebesar 4,24 persen dengan pertumbuhan turun turun 1,85 persen, berada di peringkat nasional ke-471. Jumlah penduduk miskinnya 14.760 orang dari total penduduk 335.292 jiwa, dengan pertumbuhan penduduk sebesar 1,61 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah 723,72 ribu rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan naik sebesar 5,53 persen, berada di peringkat nasional ke-62. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar 58,48 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan naik sebesar 2,5 persen, peringkat nasional ke-201. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah penduduknya lebih besar dibandingkan Kabupaten Belitung Timur, tingkat kemiskinannya jauh lebih rendah karena garis kemiskinan yang lebih rendah dan pendapatan per kapita yang cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat tanpa kesulitan berarti.
Kabupaten Belitung
Persentase kemiskinan sebesar 6,11 persen dengan pertumbuhan turun turun 5,42 persen, peringkat nasional ke-398. Jumlah penduduk miskinnya 11.970 orang dari total penduduk 191.252 jiwa, dengan pertumbuhan penduduk sebesar 2,25 persen. Garis kemiskinan di sini adalah 919,37 ribu rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan naik sebesar 2,5 persen, peringkat nasional ke-6. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar 73,93 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan naik sebesar 3,6 persen, peringkat nasional ke-130. Meskipun garis kemiskinannya yang tertinggi di antara kabupaten tetangga, pendapatan per kapita yang lebih tinggi membantu menekan tingkat kemiskinan menjadi lebih rendah dibandingkan Kabupaten Belitung Timur, menunjukkan bahwa kapasitas ekonomi masyarakat cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar yang lebih tinggi tanpa terjatuh ke dalam kategori miskin.
Kabupaten Bangka Tengah
Persentase kemiskinan sebesar 5,94 persen dengan pertumbuhan naik sebesar 12,29 persen, peringkat nasional ke-403. Jumlah penduduk miskinnya 12.040 orang dari total penduduk 209.117 jiwa, dengan pertumbuhan penduduk sebesar 2,64 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah 856,90 ribu rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan naik sebesar 5,14 persen, peringkat nasional ke-16. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar 56,13 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan naik sebesar 2,12 persen, peringkat nasional ke-215. Peningkatan pertumbuhan kemiskinan yang signifikan di sini menunjukkan adanya tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat, meskipun garis kemiskinannya lebih rendah dibandingkan Kabupaten Belitung, pendapatan per kapita yang lebih rendah menyebabkan tingkat kemiskinan sedikit lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Belitung.