- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah sekolah SMA di Provinsi Papua pada tahun 2024 berjumlah 118 unit. Berdasarkan data historis 7 tahun terakhir, terjadi penambahan sebanyak 5 unit sekolah SMA dibandingkan tahun 2023 yang hanya tercatat 113 unit. Sebelumnya pada periode 2018 hingga 2022 jumlah sekolah SMA di Papua selalu mengalami peningkatan konsisten dari 229 unit hingga mencapai 256 unit, sebelum terjadi penurunan drastis pada tahun 2023.
(Baca: Bahan Bangunan Seperti Reng kayu, Aspal, dan Minyak pelumas pada Juli 2026 Rata-rata Naik 5,52%)
Dari total 118 unit sekolah SMA tahun 2024, terbagi menjadi 62 unit SMA Negeri dan 56 unit SMA Swasta. SMA Negeri mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,8% atau penambahan 5 unit dibanding tahun 2023, sedangkan jumlah SMA Swasta stagnan tidak mengalami perubahan sama sekali pada periode yang sama. Secara persentase, 52,5% seluruh sekolah SMA di Provinsi Papua merupakan sekolah negeri, sedangkan 47,5% sisanya merupakan sekolah swasta.
Berdasarkan data historis, jumlah penduduk usia sekolah 16-18 tahun di Papua pada tahun 2023 tercatat sebesar 78.090 jiwa, angka ini mengalami penurunan sangat tajam jika dibandingkan tahun 2020 yang mencapai 184.800 jiwa. Secara urutan nasional, posisi Provinsi Papua untuk indikator jumlah penduduk usia sekolah SMA ini anjlok dari peringkat 18 pada tahun 2022 menjadi peringkat 31 secara nasional pada tahun 2023.
(Baca: Indeks Harga Bahan bangunan lainnya dari batu pada Juli 2026 Naik 0,03%)
Pada tahun 2024, total jumlah guru SMA di Provinsi Papua tercatat sebanyak 2396 orang, mengalami kenaikan sebesar 3,7% dibandingkan tahun 2023 berjumlah 2310 orang. Jumlah tenaga pendidik dan kepala sekolah di SMA Negeri mengalami pertumbuhan positif sebesar 11,1% menjadi 1630 orang, sebaliknya pada SMA Swasta justru mengalami penurunan tenaga pendidik sebesar 9,1% menjadi hanya 766 orang pada tahun yang sama.
Data ini juga menunjukkan bahwa meskipun jumlah sekolah dan tenaga pendidik mengalami peningkatan kecil pada tahun 2024, Provinsi Papua masih menghadapi tantangan besar pada keseimbangan akses pendidikan SMA seiring dengan perubahan drastis demografi penduduk usia sekolah di wilayah tersebut.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Agu) | 3,19% | +0.31 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.942 | +0.24 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Neraca perdagangan (Jul) | 121,90 | -127.06 | |
| Ekspor Migas (Jul) | 787,60 | -26.07 | |
| Impor Migas (Jul) | 3,77 | -17.33 | |
| Ekspor (Jul) | 26,22 | +2.98 | |
| Impor (Jul) | 26,09 | +0.72 | |
| Kunjungan Wisman (Jul) | 1,53 | +9.99 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |