- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat data historis jumlah sekolah SMA di wilayah ini selama periode 2018 hingga 2024 menunjukkan fluktuasi signifikan. Pada tahun 2024, jumlah sekolah SMA tercatat sebanyak 118 unit, mengalami penambahan 5 unit dibandingkan tahun 2023 yang hanya berjumlah 113 unit. Sebelum terjadi penurunan drastis pada tahun 2023, jumlah sekolah SMA di Papua secara konsisten meningkat setiap tahun dari 229 unit pada 2018 hingga mencapai puncak 256 unit pada tahun 2022.
(Baca: BPS: Jumlah Penduduk Miskin di Lampung Turun 3,03%(Data Desember 2025))
Dari total 118 unit sekolah SMA di tahun 2024, sebanyak 62 unit merupakan SMA Negeri sedangkan 56 unit sisanya adalah SMA Swasta. SMA Negeri mengalami kenaikan sebesar 8,8% atau penambahan 5 unit dibandingkan tahun 2023, sementara jumlah SMA Swasta tetap stagnan tidak ada perubahan dibanding tahun sebelumnya. Dengan komposisi ini, 52,5% sekolah SMA di Provinsi Papua merupakan sekolah negeri, sedangkan 47,5% merupakan sekolah swasta.
Berdasarkan data penduduk usia sekolah 16-18 tahun, pada tahun 2023 tercatat hanya 78.090 jiwa di wilayah ini, mengalami penurunan sangat tajam dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 192.702 jiwa. Penurunan jumlah penduduk usia sekolah ini juga menurunkan posisi Papua secara nasional, dari urutan ke-18 pada tahun 2022 turun drastis menjadi urutan ke-31 secara nasional pada tahun 2023.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Tana Toraja | 2004 - 2025)
Untuk jumlah tenaga pendidik, pada tahun 2024 tercatat terdapat 2.396 orang guru SMA di Provinsi Papua, mengalami kenaikan sebesar 3,7% dibandingkan tahun 2023 berjumlah 2.310 orang guru. Jumlah kepala sekolah dan guru di SMA Negeri meningkat sebesar 11,1% menjadi 1.630 orang, sedangkan tenaga pendidik di SMA Swasta justru mengalami penurunan 9,1% menjadi 766 orang pada tahun yang sama.
Walaupun jumlah sekolah dan tenaga pendidik negeri terus mengalami pertumbuhan, angka partisipasi murni SMA di Papua justru tercatat mengalami penurunan sebesar 8,5% pada proyeksi tahun 2025. Penurunan ini menjadi catatan penting meski jumlah siswa SMA secara keseluruhan masih tercatat meningkat 2,4% menjadi 34.054 orang pada tahun 2024.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.841 | -0.06 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |