Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Tana Toraja tahun 2025 sebesar 10,54 persen. Angka ini turun sedikit 0,25 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan jumlah penduduk miskin tercatat 25.820 jiwa, berkurang 480 jiwa dari periode 2024. Secara nasional, kabupaten ini berada di peringkat 191 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Selama periode 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai nilai tertinggi 20,44 persen pada tahun 2006, dan nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 8,32 persen, sedangkan penurunan terbesar tercatat pada tahun 2024 dengan penurunan 13,54 persen. Peringkat nasional wilayah ini mengalami pergeseran dari posisi 179 pada tahun 2004 hingga saat ini berada di posisi 191.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Lampung Timur | 2004 - 2025)
Rata-rata persentase kemiskinan dalam 3 tahun terakhir tercatat 11,27 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 11,85 persen. Nilai persentase kemiskinan tahun 2025 berada lebih rendah dibandingkan kedua rata-rata periode tersebut. Penurunan angka kemiskinan pada tahun 2025 juga terjadi secara serentak pada seluruh kabupaten tetangga dengan nilai persentase berdekatan di wilayah Sulawesi Selatan.
Kabupaten Bone
Berada di peringkat 246 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 9,13 persen dengan penurunan sebesar 4,70 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 69.730 jiwa, garis kemiskinan berada di angka 452,56 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 64,76 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan pendapatan per kapita mencapai 7,46 persen, menjadi yang tertinggi diantara kelompok kabupaten perbandingan ini.
Kabupaten Enrekang
Peringkat 185 nasional untuk persentase kemiskinan, tercatat angka 10,73 persen dengan penurunan 4,62 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 23.090 jiwa, garis kemiskinan sebesar 451,58 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita wilayah ini tercatat 46,93 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan pendapatan mencapai 6,64 persen dan peringkat pendapatan nasional berada di posisi 296.
Kabupaten Kepulauan Selayar
(Baca: 10,14% Penduduk di Kabupaten Bombana Masuk Kategori Miskin)
Menempati peringkat 189 secara nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 10,61 persen dengan penurunan hanya 1,67 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin sebesar 14.770 jiwa, garis kemiskinan mencapai 477,79 ribu rupiah per kapita per bulan, menjadi nilai garis kemiskinan tertinggi di kelompok perbandingan ini. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 62,11 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 6,27 persen.
Kabupaten Luwu Utara
Berada di peringkat 183 nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 10,74 persen dengan penurunan 4,45 persen pada periode terbaru. Jumlah penduduk miskin mencapai 35.030 jiwa, garis kemiskinan sebesar 441,41 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 64,54 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan pendapatan mencapai 10,69 persen, menjadi pertumbuhan pendapatan tercepat di kelompok ini.
Kabupaten Maros
Menempati peringkat 250 secara nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 8,90 persen dengan penurunan 4,51 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin sebesar 32.670 jiwa, garis kemiskinan mencapai 560,17 ribu rupiah per kapita per bulan, menjadi nilai tertinggi diantara seluruh kabupaten perbandingan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 71,36 juta rupiah per tahun, menjadi pendapatan tertinggi di kelompok ini.
Kabupaten Toraja Utara
Berada di peringkat 220 secara nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 10,05 persen dengan penurunan 6,34 persen pada tahun terakhir, menjadi penurunan persentase kemiskinan terbesar di kelompok perbandingan. Jumlah penduduk miskin sebesar 24.480 jiwa, garis kemiskinan sebesar 435,31 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 50,63 juta rupiah per tahun.