Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan persentase kemiskinan di Kabupaten Tana Toraja pada tahun 2024 menjadi 10,79 persen. Jumlah ini setara dengan 26.300 jiwa dari total penduduk 258.257 jiwa. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 13,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dibandingkan kabupaten lain di Sulawesi Selatan, Tana Toraja menduduki peringkat 209 secara nasional dalam hal persentase kemiskinan. Penurunan ini lebih signifikan dibandingkan rata-rata penurunan di kabupaten lain yang berdekatan. Pertumbuhan penduduk di Tana Toraja tercatat sebesar 0,46 persen.
(Baca: Rata-Rata Lama Sekolah Periode 2013-2025)
Secara historis, persentase kemiskinan tertinggi di Tana Toraja terjadi pada tahun 2006, yaitu 20,44 persen. Sementara angka terendah dicapai pada tahun 2024, yaitu 10,79 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah terjadi pada tahun 2024 dengan -13,54 persen, dan tertinggi pada tahun 2006 dengan 8,32 persen. Dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) yaitu 11,82 persen, angka kemiskinan saat ini lebih rendah. Rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) adalah 11,90 persen.
Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Sulawesi Selatan yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Tana Toraja bersaing dengan Kabupaten Bone, Enrekang, Kepulauan Selayar, Luwu Utara, dan Toraja Utara. Masing-masing kabupaten ini memiliki karakteristik yang berbeda dalam hal jumlah penduduk miskin, tingkat pertumbuhan ekonomi, dan faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi kemiskinan.
Kabupaten Bone
Kabupaten Bone menempati urutan ke-251 secara nasional dengan persentase kemiskinan 9,58 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 73.030 jiwa dari total 822.763 jiwa. Garis kemiskinan di Bone adalah Rp 423.727,00 per kapita per bulan, mencerminkan biaya hidup yang relatif terjangkau. Pendapatan per kapita mencapai Rp 60,25 juta per tahun. Pertumbuhan ekonomi di Bone menunjukkan angka positif, namun kemiskinan masih menjadi tantangan dengan penurunan 8,85 persen, menunjukkan perlunya upaya berkelanjutan dalam pengentasan kemiskinan.
Kabupaten Enrekang
Enrekang memiliki persentase kemiskinan 11,25 persen dan menduduki peringkat 196 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 24.060 jiwa dari total 232.865 jiwa. Garis kemiskinan di Enrekang adalah Rp 427.556,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita adalah Rp 43,96 juta per tahun. Penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 10,79 persen menunjukkan efektivitas program pengentasan kemiskinan yang sedang berjalan.
(Baca: Persentase Penduduk Miskin di Nusa Tenggara Timur | 2025)
Kabupaten Kepulauan Selayar
Kepulauan Selayar mencatatkan persentase kemiskinan 10,79 persen, menempatkannya pada urutan 209 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin adalah 14.940 jiwa dari total 142.464 jiwa. Garis kemiskinan di Kepulauan Selayar mencapai Rp 468.755,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tercatat Rp 58,45 juta per tahun. Penurunan tingkat kemiskinan sebesar 11,55 persen.
Kabupaten Luwu Utara
Kabupaten Luwu Utara memiliki persentase kemiskinan 11,24 persen, menduduki peringkat 198 secara nasional. Jumlah penduduk miskin tercatat 36.460 jiwa dari total 334.276 jiwa. Garis kemiskinan di Luwu Utara mencapai Rp 431.980,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Luwu Utara adalah Rp 58,31 juta per tahun. Jumlah penduduk miskin turun sebesar 10,62 persen.
Kabupaten Luwu
Kabupaten Luwu memiliki persentase kemiskinan 11,70 persen dan menduduki urutan ke-183 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 44.240 jiwa dari total 383.198 jiwa. Garis kemiskinan di Luwu adalah Rp 433.898,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 59,73 juta per tahun. Terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 7,20 persen.
Kabupaten Toraja Utara
Toraja Utara mencatatkan persentase kemiskinan 10,73 persen, menempatkannya pada urutan 214 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin adalah 25.970 jiwa dari total 264.277 jiwa. Garis kemiskinan di Toraja Utara mencapai Rp 413.029,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tercatat Rp 47,73 juta per tahun. Penurunan tingkat kemiskinan sebesar 10,88 persen.