Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur pada tahun 2025 sebesar 7.57 persen. Terlihat penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 8.24 persen. Secara historis, angka ini fluktuatif. Tahun 2008 sempat mencapai titik tertinggi yaitu 14.66 persen, kemudian menurun signifikan hingga 7.5 persen pada tahun 2007. Penurunan terendah terjadi pada tahun 2025 turun 8.13 persen. Kondisi ini menunjukkan adanya perbaikan dibandingkan rata-rata 3 tahun sebelumnya (2022-2024) yang mencapai 8.81 persen. Namun, masih lebih baik dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) yang sebesar 8.71 persen.
Dibandingkan tahun sebelumnya, terjadi penurunan sebesar 0.67 persen. Secara peringkat di Pulau Nusa Tenggara dan Bali, Kota Kupang berada di peringkat 30. Ranking ini sama dengan tahun sebelumnya. Sementara secara nasional, Kota Kupang berada di peringkat 303.
(Baca: Peringkat dan Jumlah Kunjungan Situs Kosmetik dan Kecantikan Periode Agustus 2025)
Dalam lima tahun terakhir, peringkat Kota Kupang di tingkat nasional mengalami fluktuasi. Sempat menduduki peringkat 283 pada tahun 2018 dan 2019, kemudian menurun ke peringkat 303 pada tahun 2025. Persentase penduduk miskin di Kota Kupang menunjukkan adanya perbaikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun, perlu dicermati fluktuasi yang terjadi agar program penanggulangan kemiskinan dapat berjalan efektif.
Jika dibandingkan dengan beberapa kabupaten/kota lain di Pulau Nusa Tenggara dan Bali, Kota Kupang berada di posisi yang relatif baik. Data perbandingan menunjukkan beberapa daerah lain memiliki persentase penduduk miskin yang lebih tinggi. Ini mengindikasikan keberhasilan program penanggulangan kemiskinan di Kota Kupang, walaupun masih perlu ditingkatkan.
Anomali terjadi pada tahun 2008 ketika persentase penduduk miskin melonjak tajam. Hal ini perlu dikaji lebih lanjut faktor-faktor penyebabnya, apakah terkait dengan krisis ekonomi global atau faktor internal lainnya. Pemahaman terhadap penyebab anomali ini penting agar dapat diantisipasi di masa depan.
Kabupaten Bantaeng
Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, menempati peringkat 300 secara nasional dengan persentase penduduk miskin sebesar 7.68 persen. Nilai ini menunjukkan penurunan sebesar 7.02 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selisih nilai dengan tahun sebelumnya adalah -0.58 persen. Rata-rata pertumbuhan negatif ini menunjukkan perbaikan kondisi ekonomi di Bantaeng, meskipun peringkatnya di pulau Sulawesi masih berada di urutan ke-53. Secara umum, Bantaeng menunjukkan tren positif dalam penanggulangan kemiskinan.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Halmahera Timur Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Kepulauan Sula
Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, memiliki persentase penduduk miskin 7.65 persen dan menduduki peringkat 301 secara nasional. Pertumbuhan penduduk miskin mengalami penurunan turun 3.89 persen. Nilai tersebut memiliki selisih turun 0.31 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya. Peringkat Kepulauan Sula di Pulau Maluku adalah 14. Hal ini menunjukkan bahwa Kepulauan Sula berada di posisi yang cukup baik di wilayah Maluku. Kondisi ini mengindikasikan upaya penanggulangan kemiskinan mulai membuahkan hasil.
Kabupaten Pringsewu
Kabupaten Pringsewu, Lampung, dengan persentase penduduk miskin 7.6 persen, menduduki peringkat 302 di tingkat nasional. Terjadi penurunan signifikan turun 8.65 persen dalam pertumbuhan penduduk miskin, dengan selisih nilai -0.72 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, peringkatnya di Pulau Sumatera masih rendah, yaitu 85. Data ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi penurunan kemiskinan, Pringsewu perlu meningkatkan upaya penanggulangan kemiskinan agar posisinya bisa lebih baik di Sumatera.
Kabupaten Blitar
Kabupaten Blitar, Jawa Timur, memiliki persentase penduduk miskin sebesar 7.57 persen. Kabupaten ini menduduki peringkat 303 secara nasional dan mengalami penurunan pertumbuhan turun 7.23 persen, dengan selisih nilai -0.59 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peringkatnya di Pulau Jawa adalah 71. Walaupun terjadi penurunan persentase penduduk miskin, Blitar perlu terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
Kabupaten Tulang Bawang
Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, memiliki persentase penduduk miskin 7.54 persen, menduduki peringkat 305 secara nasional. Pertumbuhan penduduk miskin mengalami penurunan turun 4.31 persen. Tulang Bawang memiliki selisih nilai turun 0.34 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten ini menduduki peringkat 86 di Pulau Sumatera. Upaya berkelanjutan diperlukan untuk mengentaskan lebih banyak masyarakat dari kemiskinan.
Kabupaten Kerinci
Kabupaten Kerinci, Jambi, menempati peringkat 306 secara nasional dengan persentase penduduk miskin sebesar 7.48 persen. Pertumbuhan penduduk miskin meningkat 7.94 persen. Kabupaten Kerinci memiliki selisih nilai sebesar 0.55 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peringkat Kabupaten Kerinci di Pulau Sumatera adalah 87. Peningkatan persentase penduduk miskin ini memerlukan perhatian khusus dari pemerintah daerah.