Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Hulu Sungai Selatan Naik 1,26% Setahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 21/02/2026 13:25 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan sebesar 6,16% pada 2025.

Angka tersebut naik 1,26% dari tahun sebelumnya sebesar 4,9%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 2,22%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Hulu Sungai Selatan lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 6,16% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 12 kabupaten/kota lain di Provinsi Kalimantan Selatan, PoU di Kabupaten Hulu Sungai Selatan ada di urutan terakhir. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Tanah Bumbu (2,48%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Selatan pada 2025.

  1. Kabupaten Tanah Bumbu: 2,48%
  2. Kabupaten Tabalong: 2,52%
  3. Kabupaten Tapin: 2,76%
  4. Kabupaten Tanah Laut: 3,27%
  5. Kota Banjar Baru: 3,53%
  6. Kabupaten Balangan: 3,71%
  7. Kabupaten Hulu Sungai Tengah: 3,9%
  8. Kabupaten Kota Baru: 4,12%
  9. Kabupaten Banjar: 4,25%
  10. Kota Banjarmasin: 4,42%

(Baca: Sebaran Kelas Ekonomi Penduduk RI 2019-2025 menurut Mandiri Institute )

Data Populer

Loading...