Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kabupaten Lebong, Bengkulu periode semester 2025. Persentase penduduk miskin saat ini tercatat 10,10 persen, turun sebanyak 0,35 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin juga tercatat 12.200 jiwa, berkurang 310 jiwa dari periode 2024.
Dari data historis 20 tahun, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai nilai tertinggi 18,91 persen pada tahun 2006. Nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan terbesar turun sebesar 20,74 persen terjadi pada tahun 2008, sedangkan pertumbuhan naik tertinggi sebesar 5,82 persen terjadi pada tahun 2006.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Parigi Moutong | 2004 - 2025)
Ranking persentase kemiskinan Kabupaten Lebong secara nasional saat ini berada di urutan 213 dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia. Dalam tiga tahun terakhir, ranking wilayah ini berpindah antara urutan 192 hingga 226, tanpa pergeseran jauh lebih dari 35 urutan.
Secara rata-rata, persentase kemiskinan tiga tahun terakhir wilayah ini tercatat 10,57 persen, sedangkan rata-rata lima tahun terakhir tercatat 11,15 persen. Hal menunjukkan penurunan angka kemiskinan berjalan konsisten selama lima tahun terakhir di wilayah ini.
Kabupaten Bengkulu Tengah
Berada di urutan 233 secara nasional untuk persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 9,74 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 11.610 jiwa, dengan penurunan angka kemiskinan sebesar 3,94 persen dibanding tahun sebelumnya. Garis kemiskinan berada di angka 595,05 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 57,78 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Bengkulu Utara
Ranking nasional persentase kemiskinan berada di urutan 217, dengan nilai 10,07 persen. Wilayah ini mencatat penurunan angka kemiskinan sebesar 8,12 persen pada tahun terakhir, dengan total 31.990 jiwa penduduk yang masuk kategori miskin. Garis kemiskinan tercatat 493,89 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 43,62 juta rupiah per tahun.
(Baca: Keadaan Angkatan Kerja di Kabupaten Lamandau pada 2024)
Kota Bengkulu
Menduduki urutan 149 secara nasional untuk persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 11,91 persen. Penurunan angka kemiskinan terbesar diantara wilayah perbandingan yaitu sebesar 13,44 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan mencapai 840,71 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat tertinggi yaitu 88,54 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Kepahiang
Berada di urutan 200 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 10,38 persen. Wilayah ini mencatat penurunan angka kemiskinan sebesar 19,53 persen pada periode terakhir. Total penduduk miskin tercatat 15.200 jiwa, garis kemiskinan 496,28 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 43,40 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Mukomuko
Ranking nasional persentase kemiskinan berada di urutan 220, dengan nilai tercatat 10,05 persen. Penurunan angka kemiskinan pada tahun terakhir tercatat sebesar 6,60 persen, dengan total 19.670 jiwa penduduk masuk kategori miskin. Garis kemiskinan tercatat 575,28 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat mencapai 40,61 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Rejang Lebong
Menduduki urutan 154 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 11,71 persen. Wilayah ini mencatat penurunan angka kemiskinan terbesar diantara seluruh wilayah perbandingan yaitu sebesar 20,07 persen pada tahun terakhir. Total penduduk miskin mencapai 33.190 jiwa, garis kemiskinan 604,70 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 48,05 juta rupiah per tahun.