Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Belitung tahun 2025 sebesar 6,44 persen. Angka ini naik 0,33 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 6,11 persen, dengan pertumbuhan sebesar 5,4 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini mencapai 12.760 jiwa, naik 790 jiwa dari tahun sebelumnya.
Sepanjang periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencatat angka tertinggi pada tahun 2006 sebesar 12,59 persen, dan angka terendah pada tahun 2020 sebesar 6,27 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan terbesar terjadi tahun 2006 sebesar 14,35 persen, sedangkan penurunan terbesar tercatat pada tahun 2011 sebesar 31,19 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Sorong Selatan | 2004 - 2025)
Secara peringkat nasional, Kabupaten Belitung saat ini menempati urutan 352 dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia. Peringkat ini bergeser naik sebanyak 46 posisi dibandingkan tahun 2024 yang sebelumnya berada di urutan 398. Perubahan peringkat ini terjadi seiring kenaikan angka kemiskinan di wilayah ini pada tahun berjalan.
Kabupaten Bangka
Wilayah ini menempati peringkat 440 nasional untuk persentase kemiskinan, dengan catatan angka kemiskinan sebesar 4,71 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 16.580 jiwa dengan pertumbuhan angka kemiskinan sebesar 11,08 persen. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 734,58 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 63,27 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Belitung Timur
Peringkat 342 nasional menjadi posisi wilayah ini untuk indikator persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 6,69 persen. Terdapat 9.040 jiwa penduduk yang masuk kategori miskin, dengan pertumbuhan angka kemiskinan sebesar 5,19 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini mencapai 925,73 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar 89,14 juta rupiah per tahun.
(Baca: 3,19% Penduduk di Kota Pekanbaru Masuk Kategori Miskin)
Kota Pangkal Pinang
Wilayah ini mencatatkan peringkat 449 secara nasional untuk persentase kemiskinan dengan angka 4,50 persen. Sebanyak 9.990 jiwa penduduk tercatat sebagai penduduk miskin, dengan pertumbuhan angka kemiskinan sebesar 11,39 persen. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 956,99 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 87,21 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Bangka Selatan
Menempati peringkat 471 secara nasional, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan sebesar 4,17 persen. Tercatat 9.130 jiwa penduduk masuk kategori miskin, dengan pertumbuhan angka kemiskinan sebesar 11,50 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini tercatat 707,84 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar 61,99 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Bangka Tengah
Wilayah ini berada di peringkat 341 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat sebesar 6,70 persen. Sebanyak 13.710 jiwa penduduk masuk kategori miskin, dengan pertumbuhan angka kemiskinan sebesar 12,79 persen. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 865,46 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita mencapai 60,59 juta rupiah per tahun.