Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya tahun 2025. Persentase penduduk miskin saat ini tercatat 17,66 persen, turun sedikit 0,95 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 9.490 jiwa, naik sedikit 90 jiwa dari tahun 2024. Wilayah ini menempati peringkat 60 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan.
(Baca: 3,19% Penduduk di Kota Pekanbaru Masuk Kategori Miskin)
Sejak tahun 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan di wilayah ini pernah mencapai nilai tertinggi pada 31,73 persen di tahun 2004. Nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan terbesar turun sebesar 20,98 persen pada tahun 2008, sementara pertumbuhan naik terbesar terjadi pada 2009 sebesar 12,63 persen. Peringkat nasional wilayah ini terus membaik dari peringkat 48 tahun 2004 menjadi peringkat 60 tahun 2025.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 17,87 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 18,13 persen. Nilai tahun 2025 berada di bawah kedua rata-rata tersebut. Selama 21 tahun data tercatat, angka kemiskinan secara umum menunjukkan penurunan meskipun terjadi kenaikan pada tahun 2009, 2015 dan 2021.
Kabupaten Maybrat
Menempati peringkat 17 secara nasional untuk persentase kemiskinan, dengan nilai saat ini sebesar 29 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 13.530 jiwa dengan pertumbuhan 1,35 persen. Garis kemiskinan berada di angka 591,99 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita masyarakat tercatat 18,44 juta rupiah per tahun. Angka kemiskinan di wilayah ini turun sedikit 0,62 persen pada tahun terakhir.
Kabupaten Raja Ampat
(Baca: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Sumba Timur Rp.32,39 Juta Data per 2025)
Peringkat 66 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 16,57 persen. Berbeda dengan wilayah lain, angka kemiskinan disini naik sebesar 4,67 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 8.600 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 658,93 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 60,19 juta rupiah per tahun. Wilayah ini menempati peringkat 461 secara nasional untuk jumlah penduduk miskin.
Kabupaten Sorong
Pada peringkat 34 nasional untuk persentase kemiskinan, nilai tercatat 25,10 persen. Angka ini turun 2,37 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 25.610 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 661,25 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 107,90 juta rupiah per tahun. Wilayah ini memiliki jumlah penduduk miskin terbesar dibandingkan seluruh kabupaten dalam perbandingan ini.
Kota Sorong
Menempati peringkat 107 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 13,55 persen, nilai terendah diantara seluruh wilayah perbandingan. Angka ini turun 0,88 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 41.390 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 985,42 ribu rupiah per kapita per bulan, menjadi nilai tertinggi dalam kelompok ini. Pendapatan per kapita tercatat 59,64 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Tambrauw
Peringkat 18 secara nasional untuk persentase kemiskinan dengan nilai 28,94 persen. Angka kemiskinan turun 3,15 persen pada tahun terakhir, menjadi penurunan terbesar diantara seluruh wilayah dalam kelompok ini. Jumlah penduduk miskin tercatat 4.960 jiwa, nilai terkecil. Garis kemiskinan sebesar 606,66 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 10,33 juta rupiah per tahun.