- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data historis PDB Paritas Daya Beli India sampai tahun 2024 menunjukkan nilai tercatat 20,43 unit. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 0,7 persen dibanding tahun 2023 yang hanya sebesar 20,29 unit, mengakhiri dua tahun berturut-turut kontraksi ekonomi yang dialami negara tersebut. Kontraksi yang dimaksud adalah penurunan nilai pertumbuhan PDB PPP secara negatif yang terjadi pada tahun 2022 dan 2023 masing-masing turun 1,15 persen dan -0,97 persen.
(Baca: Tenaga Kependidikan SMK Negeri Laki-Laki di Lampung 1.216 Individu (2024))
Data tiga tahun terakhir yaitu periode 2022 sampai 2024 menunjukkan rata-rata pertumbuhan turun 0,47 persen. Angka ini lebih buruk dibandingkan rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir periode 2020 sampai 2024 yang tercatat sebesar 0,196 persen. Walaupun tahun 2024 menunjukkan pergerakan positif, namun secara akumulasi tiga tahun terakhir masih menunjukan tekanan ekonomi yang lebih berat dibanding setengah dekade sebelumnya.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional India terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Selama sepuluh tahun data tercatat, pertumbuhan tertinggi PDB PPP India terjadi pada tahun 2016 dengan pertumbuhan tahunan sebesar 2,27 persen. Sementara titik terendah pertumbuhan terjadi dua kali yaitu pada tahun 2019 dan 2022 dengan angka kontraksi yang sama persis turun 1,15 persen. Anomali terlihat pada tahun 2018 dimana pertumbuhan hanya bergerak 0,09 persen atau hampir stagnan, menjadi satu-satunya tahun dalam dekade ini yang tidak mengalami perubahan nilai secara signifikan.
Berdasarkan ranking regional Asia, posisi India tidak mengalami perubahan sejak tahun 2022. Sebelumnya selama tujuh tahun berturut-turut India berada di peringkat 11 wilayah Asia, namun sejak penurunan pertumbuhan tahun 2022 posisi turun menjadi peringkat 12 dan tetap bertahan sampai tahun 2024 ini. Tidak ada pergerakan peringkat baik kenaikan maupun penurunan selama dua tahun terakhir ini.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Papua Barat | 2024)
International Monetary Fund (IMF) juga merilis proyeksi PDB PPP India sampai tahun 2030. Selama periode proyeksi, seluruh tahun diproyeksikan mengalami pertumbuhan positif tanpa ada kontraksi sama sekali. Pertumbuhan akan mulai membaik dari 1,13 persen pada 2025, dan secara konsisten bergerak di atas 1,7 persen mulai tahun 2026. Jika proyeksi ini tercapai, maka kondisi ekonomi India akan membaik secara bertahap meninggalkan periode kontraksi dua tahun sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan negara lain di wilayah Asia, posisi India peringkat 12 berada di atas Bangladesh peringkat 10, Nepal peringkat 9 dan Kyrgyzstan peringkat 11. Sementara negara yang berada di atas India untuk indikator ini antara lain Jepang di peringkat 6, Korea Selatan peringkat 3, serta Uzbekistan dan Mongolia yang menempati dua peringkat teratas wilayah Asia.
Secara keseluruhan, tahun 2024 menjadi titik awal pemulihan bagi ekonomi India setelah dua tahun berturut-turut mengalami penurunan. Walaupun pertumbuhan 0,7 persen masih di bawah rata-rata dekade ini, namun pergerakan positif ini menjadi sinyal awal keluar dari tekanan ekonomi. Proyeksi lima tahun ke depan juga menunjukkan jalur pertumbuhan yang stabil jika tidak ada guncangan eksternal yang tidak terduga.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.841 | -0.06 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |