Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kabupaten Pacitan tahun 2024, menunjukkan persentase penduduk miskin sebesar 13,08 persen. Angka ini sedikit turun 0,57 persen dari tahun 2023 yang sebesar 13,65 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 73.030 orang, turun 3.170 orang dari tahun sebelumnya, dengan total penduduk wilayah sebesar 594.071 jiwa. Rank seindonesia untuk persentase kemiskinan Pacitan adalah 143, sedangkan rank di pulau Jawa adalah 17.
(Baca: Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/MTS/Paket B di Sumatera Utara | 2024)
Kondisi kemiskinan Pacitan selama periode 2004-2024 menunjukkan tren penurunan secara umum. Persentase kemiskinan tertinggi terjadi di tahun 2006 sebesar 25,39 persen, dan terendah di tahun 2024. Pertumbuhan kemiskinan terendah terjadi di tahun 2008 turun 9,18 persen, dan tertinggi di tahun 2006 sebesar 4,7 persen. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 13,51 persen, lebih rendah dari rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) yang 13,73 persen.
Dibandingkan kabupaten tetangga di Jawa Timur, persentase kemiskinan Pacitan (13,08 persen) berada di antara Kabupaten Bondowoso (12,6 persen) dan Kabupaten Ngawi (13,81 persen). Jumlah penduduk miskin Pacitan (73.030 orang) lebih rendah dari semua kabupaten tetangga, seperti Kabupaten Tuban yang memiliki 171.240 orang penduduk miskin. Rank seindonesia Pacitan juga berada di posisi tengah di antara kelompok kabupaten ini.
Berikut adalah ulasan rinci tentang kondisi kemiskinan di kabupaten tetangga Kabupaten Pacitan:
Kabupaten Bojonegoro
Persentase kemiskinan sebesar 11,69 persen dengan rank seindonesia 184, lebih rendah dari Pacitan. Jumlah penduduk miskin mencapai 147.330 orang, sedikit turun 3,86 persen dari tahun sebelumnya. Total penduduk wilayah sebesar 1.365.109 jiwa, sedikit naik 0,67 persen. Garis kemiskinan wilayah ini adalah 471,46 ribu rupiah per kapita per bulan, naik 8,15 persen tahun lalu. Pendapatan perkapita masyarakat mencapai 76,81 juta rupiah per tahun, naik 3,46 persen dengan rank seindonesia 124, yang jauh lebih tinggi dibanding Pacitan dan menunjukkan kondisi ekonomi yang lebih stabil di wilayah ini.
Kabupaten Bondowoso
Persentase kemiskinan sebesar 12,6 persen dengan rank seindonesia 151, masih lebih rendah dari Pacitan. Jumlah penduduk miskin 99.620 orang, sedikit turun 5,24 persen dari tahun sebelumnya. Total penduduk 784.552 jiwa, sedikit turun 2,65 persen. Garis kemiskinan wilayah ini adalah 517,74 ribu rupiah per kapita per bulan, naik 4,81 persen. Pendapatan perkapita masyarakat mencapai 33,50 juta rupiah per tahun, naik 6,58 persen dengan rank seindonesia 398, yang lebih rendah dibanding Bojonegoro tapi masih menunjukkan peningkatan yang konsisten setiap tahun.
(Baca: BPS: Jumlah Penduduk Miskin di Gorontalo Turun 4,29%(Data Desember 2025))
Kabupaten Lamongan
Persentase kemiskinan sebesar 12,16 persen dengan rank seindonesia 162, lebih rendah dari Pacitan. Jumlah penduduk miskin 146.980 orang, sedikit turun 1,97 persen dari tahun sebelumnya. Total penduduk 1.365.408 jiwa, sedikit turun 1,29 persen. Garis kemiskinan wilayah ini adalah 524,64 ribu rupiah per kapita per bulan, naik 8,85 persen tahun lalu. Pendapatan perkapita masyarakat mencapai 37,79 juta rupiah per tahun, naik 5,77 persen dengan rank seindonesia 352, yang menunjukkan kondisi ekonomi yang lebih baik daripada beberapa kabupaten lain di kelompok ini karena pertumbuhan pendapatan yang stabil.
Kabupaten Ngawi
Persentase kemiskinan sebesar 13,81 persen dengan rank seindonesia 127, lebih tinggi dari Pacitan. Jumlah penduduk miskin 116.470 orang, sedikit turun 3,98 persen dari tahun sebelumnya. Total penduduk 905.663 jiwa, sedikit naik 0,45 persen. Garis kemiskinan wilayah ini adalah 445,87 ribu rupiah per kapita per bulan, naik 7,71 persen. Pendapatan perkapita masyarakat mencapai 29,35 juta rupiah per tahun, naik 6,26 persen dengan rank seindonesia 431, yang merupakan yang terendah di antara kelompok kabupaten tetangga Pacitan dan menunjukkan kesenjangan ekonomi yang cukup besar.
Kabupaten Pamekasan
Persentase kemiskinan sebesar 13,41 persen dengan rank seindonesia 136, sedikit lebih tinggi dari Pacitan. Jumlah penduduk miskin 123.460 orang, sedikit turun 2,35 persen dari tahun sebelumnya. Total penduduk 889.798 jiwa, sedikit naik 1,49 persen. Garis kemiskinan wilayah ini adalah 467,49 ribu rupiah per kapita per bulan, naik 8,44 persen. Pendapatan perkapita masyarakat mencapai 25,42 juta rupiah per tahun, naik 6,64 persen dengan rank seindonesia 466, yang menunjukkan bahwa meskipun jumlah penduduk miskin turun, pendapatan masyarakat masih rendah dan membutuhkan upaya lebih untuk meningkatkan kesejahteraan.
Kabupaten Tuban
Persentase kemiskinan sebesar 14,36 persen dengan rank seindonesia 109, yang lebih tinggi dari Pacitan. Jumlah penduduk miskin 171.240 orang, sedikit turun 3,39 persen dari tahun sebelumnya. Total penduduk 1.261.691 jiwa, sedikit naik 0,97 persen. Garis kemiskinan wilayah ini adalah 488,13 ribu rupiah per kapita per bulan, naik 7,44 persen. Pendapatan perkapita masyarakat mencapai 71,10 juta rupiah per tahun, naik 5,84 persen dengan rank seindonesia 138, yang menunjukkan bahwa meskipun jumlah penduduk miskin banyak, pendapatan perkapita masih cukup tinggi karena distribusi pendapatan yang tidak merata di wilayah ini.