Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/Mts/Paket B di Sumatera Utara pada tahun 2024 sebesar 91.79 persen, mengalami penurunan sedikit sebesar 0.32 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 92.11 persen. Dalam kurun waktu 22 tahun (2003-2024), nilai APK Sumatera Utara menunjukkan fluktuasi yang cukup signifikan: terjadi kenaikan tertinggi pada tahun 2016 sebesar 5.12 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2014 sebesar 1.75 persen. Rata-rata APK selama 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 91.39 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) yang sebesar 91.37 persen.
(Baca: BPS: Jumlah Penduduk Miskin di Gorontalo Turun 4,29%(Data Desember 2025))
Ranking Sumatera Utara di pulau Sumatera pada tahun 2024 berada di posisi ke-6, turun satu peringkat dari tahun 2023 yang berada di posisi ke-5, sedangkan ranking se-Indonesia berada di posisi ke-17, sama dengan tahun sebelumnya. Dibandingkan provinsi lain di pulau Sumatera yang masuk dalam data perbandingan, yaitu Bengkulu, APK Sumatera Utara tahun 2024 lebih tinggi sebesar 0.87 persen, dengan Bengkulu mencatat nilai sebesar 90.92 persen. Ranking Bengkulu di pulau Sumatera adalah ke-5, satu peringkat di atas Sumatera Utara, sedangkan ranking se-Indonesia Bengkulu berada di posisi ke-16, satu peringkat di atas Sumatera Utara.
Maluku Utara
Maluku Utara menempati ranking se-Indonesia ke-14 dan ranking di pulau Maluku ke-1 untuk APK SMP/Mts/Paket B tahun 2024, dengan nilai sebesar 92.44 persen. Nilai ini menunjukkan kenaikan sebesar 4.27 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan pertumbuhan sebesar 4.84 persen dibandingkan dua tahun sebelumnya. Rata-rata APK Maluku Utara selama 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 91.28 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) yang sebesar 90.82 persen. Dibandingkan Sumatera Utara, nilai APK Maluku Utara tahun 2024 lebih tinggi sebesar 0.65 persen, dengan ranking se-Indonesia yang dua peringkat di atas Sumatera Utara. Pertumbuhan APK Maluku Utara tahun 2024 juga lebih signifikan dibandingkan Sumatera Utara yang mengalami penurunan sedikit, menunjukkan perkembangan yang lebih positif dalam partisipasi pendidikan menengah pertama di wilayah ini.
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat menempati ranking se-Indonesia ke-15 dan ranking di pulau Nusa Tenggara dan Bali ke-2 untuk APK SMP/Mts/Paket B tahun 2024, dengan nilai sebesar 92.28 persen. Nilai ini mengalami penurunan sedikit sebesar 1.04 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan pertumbuhan negatif turun 1.11 persen dibandingkan dua tahun sebelumnya. Rata-rata APK Nusa Tenggara Barat selama 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 91.92 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) yang sebesar 91.56 persen. Dibandingkan Sumatera Utara, nilai APK Nusa Tenggara Barat tahun 2024 lebih tinggi sebesar 0.49 persen, dengan ranking se-Indonesia yang satu peringkat di atas Sumatera Utara. Meskipun mengalami penurunan tahun 2024, nilai APK Nusa Tenggara Barat masih tetap berada di level yang lebih tinggi dibandingkan Sumatera Utara, menunjukkan bahwa partisipasi pendidikan menengah pertama di wilayah ini masih lebih baik secara umum.
Bengkulu
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Cirebon | 2024)
Bengkulu menempati ranking se-Indonesia ke-16 dan ranking di pulau Sumatera ke-5 untuk APK SMP/Mts/Paket B tahun 2024, dengan nilai sebesar 90.92 persen. Nilai ini mengalami penurunan sedikit sebesar 0.86 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan pertumbuhan negatif turun 0.92 persen dibandingkan dua tahun sebelumnya. Rata-rata APK Bengkulu selama 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 90.70 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) yang sebesar 90.93 persen. Dibandingkan Sumatera Utara, nilai APK Bengkulu tahun 2024 lebih rendah sebesar 0.87 persen, namun ranking di pulau Sumatera satu peringkat di atas Sumatera Utara. Ranking se-Indonesia Bengkulu juga satu peringkat di atas Sumatera Utara, meskipun nilai APK-nya lebih rendah, hal ini menunjukkan bahwa posisi ranking tidak hanya ditentukan oleh nilai tahun terakhir tetapi juga oleh perkembangan nilai dari tahun ke tahun di wilayah lain.
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur menempati ranking se-Indonesia ke-18 dan ranking di pulau Nusa Tenggara dan Bali ke-3 untuk APK SMP/Mts/Paket B tahun 2024, dengan nilai sebesar 91.73 persen. Nilai ini menunjukkan kenaikan sebesar 1.32 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan pertumbuhan sebesar 1.46 persen dibandingkan dua tahun sebelumnya. Rata-rata APK Nusa Tenggara Timur selama 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 91.28 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) yang sebesar 91.01 persen. Dibandingkan Sumatera Utara, nilai APK Nusa Tenggara Timur tahun 2024 sedikit lebih rendah sebesar 0.06 persen, dengan ranking se-Indonesia yang satu peringkat di bawah Sumatera Utara. Pertumbuhan APK Nusa Tenggara Timur tahun 2024 positif, berbeda dengan Sumatera Utara yang mengalami penurunan sedikit, menunjukkan bahwa wilayah ini sedang mengalami peningkatan partisipasi pendidikan menengah pertama meskipun masih berada di posisi yang hampir sama dengan Sumatera Utara.
Kalimantan Timur
Kalimantan Timur menempati ranking se-Indonesia ke-19 dan ranking di pulau Kalimantan ke-2 untuk APK SMP/Mts/Paket B tahun 2024, dengan nilai sebesar 91.72 persen. Nilai ini mengalami penurunan sedikit sebesar 0.56 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan pertumbuhan negatif turun 0.61 persen dibandingkan dua tahun sebelumnya. Rata-rata APK Kalimantan Timur selama 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 91.43 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) yang sebesar 91.27 persen. Dibandingkan Sumatera Utara, nilai APK Kalimantan Timur tahun 2024 sedikit lebih rendah sebesar 0.07 persen, dengan ranking se-Indonesia yang dua peringkat di bawah Sumatera Utara. Meskipun mengalami penurunan tahun 2024, nilai APK Kalimantan Timur hampir sama dengan Sumatera Utara, hanya sedikit lebih rendah, menunjukkan bahwa partisipasi pendidikan menengah pertama di kedua wilayah ini berada pada level yang hampir sama.
Papua Barat
Papua Barat menempati ranking se-Indonesia ke-20 dan ranking di pulau Papua ke-3 untuk APK SMP/Mts/Paket B tahun 2024, dengan nilai sebesar 90.92 persen. Nilai ini mengalami penurunan sedikit sebesar 0.49 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan pertumbuhan negatif turun 0.54 persen dibandingkan dua tahun sebelumnya. Rata-rata APK Papua Barat selama 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 90.56 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) yang sebesar 90.71 persen. Dibandingkan Sumatera Utara, nilai APK Papua Barat tahun 2024 lebih rendah sebesar 0.87 persen, dengan ranking se-Indonesia yang tiga peringkat di bawah Sumatera Utara. Nilai APK Papua Barat tahun 2024 sama dengan Bengkulu, namun ranking se-Indonesia satu peringkat di bawah Bengkulu, hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan nilai dari tahun ke tahun juga memengaruhi posisi ranking wilayah ini dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia.