Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Cirebon tahun 2024 sebesar 125439 rupiah, yang menunjukkan penurunan sebesar 6,3 persen dibandingkan tahun 2023. Angka ini merupakan bagian dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di kabupaten tersebut sebesar 460232 rupiah, sehingga pengeluaran untuk rokok dan tembakau menyumbang sekitar 27,2 persen dari total pengeluaran tersebut.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Kecantikan Kab. Landak | 2024)
Dari data historis tahun 2018 hingga 2023, pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Cirebon mengalami kenaikan secara bertahap setiap tahun. Tahun 2018, pengeluaran tersebut sebesar 81859 rupiah, kemudian naik sedikit menjadi 83294 rupiah tahun 2019. Kenaikan terbesar terjadi pada tahun 2020 dengan peningkatan 17,9 persen menjadi 98226 rupiah, diikuti oleh tahun 2023 dengan kenaikan 15,2 persen menjadi 133861 rupiah, yang merupakan pengeluaran tertinggi selama periode 7 tahun tersebut.
Dalam perbandingan dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Jawa Barat tahun 2024, Kabupaten Cirebon menempati peringkat ke-20 dari 27 wilayah. Lima kabupaten/kota dengan pengeluaran rokok dan tembakau tertinggi di provinsi tersebut adalah Kota Bekasi sebesar 196516 rupiah dengan pertumbuhan 22,3 persen, Kota Bandung sebesar 178884 rupiah dengan pertumbuhan 10,8 persen, Kabupaten Subang sebesar 172481 rupiah dengan pertumbuhan 11,1 persen, Kabupaten Karawang sebesar 167922 rupiah dengan pertumbuhan 7,3 persen, dan Kabupaten Indramayu sebesar 167146 rupiah dengan penurunan 1,2 persen.
Pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Cirebon tahun 2024 juga dapat dibandingkan dengan kategori pengeluaran lain. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan sebesar 37071 rupiah dan perawatan pribadi sebesar 44966 rupiah, namun lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk makanan jadi sebesar 300542 rupiah dan sabun mandi sebesar 63841 rupiah.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Guinea-Bissau 2015 - 2024)
Kota Bekasi
Kota Bekasi memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan tahun 2024 sebesar 1908316 rupiah, yang menunjukkan pertumbuhan 22,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menempati peringkat pertama di Provinsi Jawa Barat. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di kota ini sebesar 3132705 rupiah dengan pertumbuhan 9,4 persen, sedangkan pengeluaran untuk makanan sebesar 1224388 rupiah dengan pertumbuhan 21,3 persen. Pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kota Bekasi tahun 2024 juga menjadi tertinggi di provinsi, yang menunjukkan bahwa konsumsi rokok dan tembakau merupakan bagian signifikan dari pengeluaran masyarakat di wilayah ini.
Kota Bandung
Kota Bandung menempati peringkat kedua di Provinsi Jawa Barat untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan tahun 2024 sebesar 1382176 rupiah dengan pertumbuhan 12,2 persen. Rata-rata pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan di kota ini sebesar 2378240 rupiah dengan penurunan 14 persen, sedangkan pengeluaran untuk makanan sebesar 996064 rupiah dengan pertumbuhan 17,7 persen. Pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kota Bandung tahun 2024 sebesar 178884 rupiah dengan pertumbuhan 10,8 persen, yang merupakan kedua tertinggi di provinsi setelah Kota Bekasi.
Kabupaten Karawang
Kabupaten Karawang menempati peringkat sembilan di Provinsi Jawa Barat untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan tahun 2024 sebesar 749580 rupiah dengan pertumbuhan 23,8 persen. Rata-rata pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan di kabupaten ini sebesar 1570417 rupiah dengan penurunan 2 persen, sedangkan pengeluaran untuk makanan sebesar 820837 rupiah dengan pertumbuhan 22,2 persen. Pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Karawang tahun 2024 sebesar 167922 rupiah dengan pertumbuhan 7,3 persen, yang menempati peringkat keempat di provinsi.
Kota Cimahi
Kota Cimahi menempati peringkat lima di Provinsi Jawa Barat untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan tahun 2024 sebesar 1241001 rupiah dengan pertumbuhan 14,3 persen. Rata-rata pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan di kota ini sebesar 2166375 rupiah dengan penurunan 7,8 persen, sedangkan pengeluaran untuk makanan sebesar 925374 rupiah dengan pertumbuhan 12,3 persen. Pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kota Cimahi tahun 2024 sebesar 152633 rupiah dengan penurunan 10,3 persen, yang menunjukkan penurunan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.