Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, pada tahun 2024 sebesar 22.835 rupiah. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 12,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 26.219 rupiah. Selisih pengeluaran kecantikan dengan tahun sebelumnya adalah minus 3.384 rupiah, yang membuat pengeluaran ini berada di bawah rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk perawatan sebesar 52.393 rupiah, namun masih menjadi bagian dari pengeluaran non-makanan masyarakat.
Pengeluaran kecantikan di Kabupaten Landak mengalami perkembangan fluktuatif selama tujuh tahun terakhir. Pada tahun 2018, angka ini sebesar 9.848 rupiah, lalu naik signifikan menjadi 13.314 rupiah pada 2019 dengan pertumbuhan 35,2 persen. Tahun 2020 hanya mengalami kenaikan sedikit sebesar 2,1 persen menjadi 13.589 rupiah, sebelum kembali naik drastis sebesar 32,4 persen pada 2021 menjadi 17.985 rupiah. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2022 dengan kenaikan 47,1 persen menjadi 26.456 rupiah, yang merupakan pengeluaran tertinggi selama periode ini. Tahun 2023 mengalami penurunan sedikit sebesar 0,9 persen, sebelum penurunan lebih signifikan pada 2024.
(Baca: PDRB ADHK Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum di Riau | 2025)
Pengeluaran kecantikan di Kabupaten Landak hanya menyumbang sekitar 8,5 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa sebesar 267.235 rupiah. Dibandingkan pengeluaran untuk makanan jadi sebesar 149.008 rupiah, pengeluaran kecantikan masih jauh lebih rendah. Bahkan, pengeluaran untuk sabun mandi sebesar 80.521 rupiah tiga kali lebih tinggi daripada pengeluaran untuk kecantikan tahun 2024. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Landak masih lebih mengutamakan pengeluaran untuk kebutuhan dasar dibandingkan kebutuhan kecantikan.
Berdasarkan data BPS, pengeluaran kecantikan Kabupaten Landak pada tahun 2024 menempati peringkat ke-12 di antara 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat. Wilayah dengan pengeluaran kecantikan tertinggi di provinsi ini adalah Kota Pontianak sebesar 74.286 rupiah, yang mengalami penurunan 5,5 persen dari tahun sebelumnya. Selanjutnya adalah Kabupaten Sintang dengan 58.189 rupiah (naik 42,1 persen), Kota Singkawang dengan 44.175 rupiah (naik 25,7 persen), Kabupaten Kapuas Hulu dengan 42.373 rupiah (turun 5,3 persen), dan Kabupaten Kayong Utara dengan 36.050 rupiah (naik 12,6 persen). Kabupaten Landak berada di bawah Kabupaten Kubu Raya (23.672 rupiah) dan di atas Kabupaten Bengkayang (21.619 rupiah). Secara nasional, Kabupaten Landak menempati peringkat ke-419, dan peringkat ke-54 di pulau Kalimantan.
Kota Pontianak
BPS mencatat pengeluaran per kapita sebulan non-makanan di Kota Pontianak pada tahun 2024 sebesar 1.192.431 rupiah, yang mengalami pertumbuhan 23,9 persen dari tahun sebelumnya. Angka ini menempati peringkat ke-1 di Kalimantan Barat, jauh di atas wilayah lain. Pengeluaran total makanan dan non-makanan di Kota Pontianak sebesar 2.086.950 rupiah, dengan pertumbuhan 0,2 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan di wilayah ini sebesar 894.519 rupiah, yang mengalami pertumbuhan 12,1 persen dan menjadi tertinggi di provinsi.
(Baca: Banyak Pengguna Youtube Unsubscribed dari Kanal Youtube Ini | 21 Mar 2026)
Kabupaten Sintang
Pengeluaran per kapita sebulan non-makanan di Kabupaten Sintang pada tahun 2024 sebesar 685.825 rupiah, dengan pertumbuhan 16,1 persen dari tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati peringkat ke-3 di Kalimantan Barat, di bawah Kota Pontianak dan Kota Singkawang. Pengeluaran total makanan dan non-makanan sebesar 1.461.426 rupiah, yang mengalami penurunan 3,6 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan sebesar 775.601 rupiah, dengan pertumbuhan 13,4 persen dan menempati peringkat ke-3 di provinsi.
Kota Singkawang
Pengeluaran per kapita sebulan non-makanan di Kota Singkawang pada tahun 2024 sebesar 759.547 rupiah, yang mengalami pertumbuhan sedikit 0,3 persen dari tahun sebelumnya. Angka ini menempati peringkat ke-2 di Kalimantan Barat. Pengeluaran total makanan dan non-makanan sebesar 1.534.917 rupiah, yang mengalami penurunan 11,3 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan sebesar 775.370 rupiah, dengan pertumbuhan 0,6 persen dan menempati peringkat ke-4 di provinsi.
Kabupaten Kapuas Hulu
Pengeluaran per kapita sebulan non-makanan di Kabupaten Kapuas Hulu pada tahun 2024 sebesar 650.429 rupiah, dengan pertumbuhan 36,7 persen dari tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati peringkat ke-5 di Kalimantan Barat. Pengeluaran total makanan dan non-makanan sebesar 1.402.411 rupiah, yang mengalami penurunan 5,9 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan sebesar 751.981 rupiah, dengan pertumbuhan 11,1 persen dan menempati peringkat ke-6 di provinsi.