Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, pada tahun 2024 sebesar 22835 Rupiah. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 12.9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, di mana pengeluaran kecantikan pada 2023 mencapai 26219 Rupiah. Selisih pengeluaran kecantikan dengan tahun sebelumnya adalah -3384 Rupiah, yang membuat posisi Kabupaten Landak berada di peringkat 12 di antara kabupaten/kota seprovinsi Kalimantan Barat untuk kategori pengeluaran kecantikan tahun 2024.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Nusa Tenggara Barat 2015 - 2024)
Melihat data historis dari tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran kecantikan di Kabupaten Landak mengalami fluktuasi yang jelas. Pada tahun 2018, pengeluaran sebesar 9848 Rupiah, kemudian naik menjadi 13314 Rupiah pada 2019 (pertumbuhan 35.2 persen), sedikit naik menjadi 13589 Rupiah pada 2020 (2.1 persen), naik signifikan menjadi 17985 Rupiah pada 2021 (32.4 persen), dan mencapai pengeluaran tertinggi pada 2022 sebesar 26456 Rupiah (47.1 persen). Setelah itu, terjadi penurunan pada 2023 (-0.9 persen) dan 2024 (-12.9 persen).
Dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di Kabupaten Landak yang mencapai 267235 Rupiah, pengeluaran untuk kecantikan hanya menyumbang sekitar 8.5 persen dari total tersebut. Pengeluaran untuk kecantikan juga lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk perawatan (52393 Rupiah), sabun mandi (80521 Rupiah), dan rokok serta tembakau (129904 Rupiah). Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan jadi di wilayah ini adalah 149008 Rupiah, yang jauh lebih tinggi daripada pengeluaran kecantikan.
Dalam perbandingan seprovinsi Kalimantan Barat, pengeluaran kecantikan tertinggi tahun 2024 dimiliki oleh Kota Pontianak dengan 74286 Rupiah, diikuti oleh Kabupaten Sintang (58189 Rupiah), Kota Singkawang (44175 Rupiah), Kabupaten Kapuas Hulu (42373 Rupiah), dan Kabupaten Kayong Utara (36050 Rupiah). Dari kelima kabupaten/kota tersebut, hanya Kabupaten Sekadau yang mengalami pertumbuhan pengeluaran kecantikan tahun 2024 sebesar 6.9 persen, sementara yang lain mengalami penurunan atau pertumbuhan positif yang signifikan seperti Kabupaten Sintang dengan 42.1 persen. Peringkat Kabupaten Landak di seprovinsi tetap di posisi 12 pada tahun 2024, sama seperti tahun sebelumnya.
(Baca: PDRB ADHK Sektor Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan Reparasinya Periode 2013-2024)
Kota Pontianak
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Pontianak pada tahun 2024 sebesar 1192431 Rupiah, yang mengalami pertumbuhan sebesar 23.9 persen dibandingkan tahun sebelumnya (962620 Rupiah). Posisi Kota Pontianak berada di peringkat 1 seprovinsi untuk kategori ini. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Pontianak tahun 2024 adalah 2086950 Rupiah, dengan pertumbuhan 0.2 persen dari tahun sebelumnya. Untuk kategori makanan, pengeluaran tahun 2024 sebesar 894519 Rupiah, naik sebesar 12.1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Pontianak juga menduduki peringkat 1 seprovinsi untuk pengeluaran makanan dan bukan makanan, serta pengeluaran makanan, yang menunjukkan posisinya sebagai wilayah dengan daya beli tertinggi di Kalimantan Barat.
Kota Singkawang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Singkawang tahun 2024 sebesar 759547 Rupiah, dengan pertumbuhan sedikit sebesar 0.3 persen dari tahun sebelumnya (757106 Rupiah). Wilayah ini berada di peringkat 2 seprovinsi untuk kategori ini. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Singkawang tahun 2024 adalah 1534917 Rupiah, yang mengalami penurunan sebesar 11.3 persen dari tahun sebelumnya. Untuk kategori makanan, pengeluaran tahun 2024 sebesar 775370 Rupiah, naik sebesar 0.6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Singkawang menduduki peringkat 2 seprovinsi untuk pengeluaran makanan dan bukan makanan, serta peringkat 4 untuk pengeluaran makanan, menunjukkan daya beli yang cukup tinggi namun tidak sebesar Kota Pontianak.
Kabupaten Sintang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Sintang tahun 2024 sebesar 685825 Rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 16.1 persen dari tahun sebelumnya (590485 Rupiah). Wilayah ini berada di peringkat 3 seprovinsi untuk kategori ini. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Sintang tahun 2024 adalah 1461426 Rupiah, yang mengalami penurunan sebesar 3.6 persen dari tahun sebelumnya. Untuk kategori makanan, pengeluaran tahun 2024 sebesar 775601 Rupiah, naik sebesar 13.4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Sintang menduduki peringkat 3 seprovinsi untuk pengeluaran makanan dan bukan makanan, serta peringkat 3 untuk pengeluaran makanan, menunjukkan perkembangan daya beli yang positif terutama pada kategori makanan.
Kabupaten Kayong Utara
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Kayong Utara tahun 2024 sebesar 675863 Rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 32.8 persen dari tahun sebelumnya (508910 Rupiah). Wilayah ini berada di peringkat 4 seprovinsi untuk kategori ini. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Kayong Utara tahun 2024 adalah 1414516 Rupiah, yang mengalami penurunan sebesar 11.5 persen dari tahun sebelumnya. Untuk kategori makanan, pengeluaran tahun 2024 sebesar 738653 Rupiah, naik sebesar 7.7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Kayong Utara menduduki peringkat 4 seprovinsi untuk pengeluaran makanan dan bukan makanan, serta peringkat 7 untuk pengeluaran makanan, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan pada kategori bukan makanan meskipun total pengeluaran turun.