- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) mencatat PDB Paritas Daya Beli (PPP) Guinea-Bissau pada tahun 2024 sebesar 215,8 unit, menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,54% dibandingkan tahun 2023 yang bernilai 212,51 unit. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023) sebesar 206,76 unit dan rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) sebesar 208,02 unit, menandakan perbaikan kondisi ekonomi relatif dibandingkan periode sebelumnya.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Guinea-Bissau terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Norwegia 2015 - 2024)
International Monetary Fund (IMF) mencatat kenaikan tertinggi PDB PPP Guinea-Bissau terjadi pada tahun 2015 dengan pertumbuhan 13,47%, sementara penurunan terbesar ada di tahun 2021 dengan kontraksi 2,22%—dimana nilai PDB PPP turun dari 208,34 unit pada 2020 menjadi 203,72 unit pada 2021. Tahun 2015 merupakan anomali dalam dekade terakhir, karena pertumbuhannya jauh melebihi rata-rata pertumbuhan 10 tahun (2015-2024) sebesar 2,28%, kemungkinan dipengaruhi oleh peningkatan ekspor pertanian dan aliran bantuan luar negeri yang signifikan.
Perkembangan PDB PPP Guinea-Bissau selama dekade terakhir cenderung fluktuatif: setelah kenaikan besar di 2015, pertumbuhan melambat menjadi 1,87% di 2016, lalu kembali naik 8,45% di 2017. Selanjutnya terjadi penurunan berturut-turut dari 2018 hingga 2021, dengan kontraksi kecil di 2018 (-0,09%), penurunan lebih besar di 2019 (-3,08%) dan 2020 (-1,49%), serta kontraksi terbesar di 2021. Setelah itu, ekonomi mulai pulih dengan pertumbuhan 0,16% di 2022, 4,15% di 2023, dan 1,54% di 2024.
Secara peringkat regional di Afrika, posisi Guinea-Bissau pada tahun 2024 turun satu peringkat dari tahun 2023, yaitu dari peringkat 15 ke 16. Peringkat ini masih lebih baik dibandingkan periode 2016-2022, dimana negara ini berada di peringkat 18 atau 19, menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi sejak 2023 telah membantu meningkatkan posisinya secara regional meskipun terjadi penurunan kecil pada tahun 2024.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Timor Timur 2015 - 2024)
Dibandingkan negara tetangga di Afrika Barat, nilai PDB PPP Guinea-Bissau pada 2024 hampir sama dengan Pantai Gading yang bernilai 215,93 unit, meskipun Pantai Gading berada di peringkat 14 (dua peringkat lebih tinggi). Senegal, negara tetangga lainnya, memiliki nilai PDB PPP sebesar 210,55 unit dengan peringkat 19, yang lebih rendah dibandingkan Guinea-Bissau. Posisi Guinea-Bissau juga lebih baik dibandingkan Mali (peringkat 20) dan Gambia (peringkat 32) di wilayah yang sama.
International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan pertumbuhan PDB PPP Guinea-Bissau akan berlanjut secara lambat namun stabil pada periode 2025-2030. Proyeksi nilai PDB PPP pada 2025 adalah 216,51 unit (pertumbuhan 0,33%), dan akan meningkat secara bertahap hingga 225,55 unit pada 2030 dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 0,7% per tahun. Proyeksi ini menunjukkan bahwa kondisi ekonomi Guinea-Bissau akan terus membaik meskipun dengan laju pertumbuhan yang tidak terlalu tinggi, menjauhi periode kontraksi yang terjadi pada awal dekade ini.