- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Berdasarkan data dari International Monetary Fund (IMF), PDB Paritas Daya Beli (PPP) Benin pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 202.63 Unit. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya (204.79 Unit), melanjutkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Secara historis, PDB PPP Benin mengalami fluktuasi. Setelah sempat mencapai titik tertinggi pada 2015 sebesar 217.44 Unit, terlihat adanya penurunan dan kenaikan yang tidak konsisten hingga tahun 2024. Penurunan ini mengindikasikan adanya tantangan dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Benin.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Komoro 2015 - 2024)
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Benin terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Dalam tiga tahun terakhir (2022-2024), PDB PPP Benin terus mengalami penurunan. Rata-rata pertumbuhan tahunan selama periode ini adalah negatif, menunjukkan kinerja yang kurang menggembirakan dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya (2019-2023). Kondisi ini mengindikasikan adanya perlambatan ekonomi yang perlu diwaspadai.
Kenaikan tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir terjadi pada tahun 2018 dengan pertumbuhan 1.64%, namun setelah itu, pertumbuhan cenderung negatif atau stagnan. Penurunan terendah terjadi pada tahun 2022 dengan kontraksi turun 2.79%, mengindikasikan adanya tekanan ekonomi yang signifikan pada tahun tersebut.
Posisi Benin dalam peringkat regional juga mengalami perubahan. Pada tahun 2024, Benin berada di peringkat 21 di Afrika, turun dari peringkat 18 pada tahun 2023. Penurunan peringkat ini menunjukkan bahwa kinerja ekonomi Benin relatif lebih lemah dibandingkan negara-negara lain di kawasan tersebut.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Maroko 2015 - 2024)
IMF memproyeksikan bahwa PDB PPP Benin akan terus mengalami penurunan hingga tahun 2026, sebelum kemudian menunjukkan sedikit pemulihan yang sangat lambat. Proyeksi ini menunjukkan bahwa tantangan ekonomi yang dihadapi Benin diperkirakan akan berlanjut dalam jangka pendek dan menengah. Kontraksi yang diproyeksikan ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi Benin akan tetap berada di bawah nol atau bahkan negatif dalam beberapa tahun mendatang.
Jika dibandingkan dengan negara lain di Afrika, PDB PPP Benin berada di atas Somalia yang memiliki PDB PPP terendah, yaitu 0.399 Unit. Sementara itu, Nigeria memiliki PDB PPP tertinggi, yaitu 3251.739 Unit. Benin berada di posisi tengah, menunjukkan bahwa masih ada potensi besar untuk meningkatkan kinerja ekonominya di kawasan Afrika.