- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data historis PDB Paritas Daya Beli Benin hingga akhir tahun 2024 mencatat nilai sebesar 202.63 unit. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 1.05 persen dibandingkan tahun 2023, melanjutkan pola penurunan yang sudah terjadi secara berturut-turut sejak tahun 2022.
(Baca: Nilai Ekspor Perabotan Provinsi Jawa Barat April 2026)
Selama tiga tahun terakhir yaitu periode 2022, 2023 dan 2024, PDB PPP Benin secara konsisten mencatat kontraksi. Kontraksi pada data ini berarti nilai indikator ekonomi ini terus menurun setiap tahun tanpa ada kenaikan satu kali pun dalam periode tersebut, dengan rata-rata penurunan sebesar 1,35 persen per tahun.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Benin terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Jika dibandingkan periode lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan PDB PPP Benin tercatat minus 0,94 persen per tahun. Hal ini menunjukkan kondisi tiga tahun terakhir mengalami penurunan yang lebih buruk dibandingkan rata-rata lima tahun sebelumnya, dimana sebelumnya masih pernah terjadi tahun dengan pertumbuhan positif.
Selama kurun waktu 10 tahun terakhir, kenaikan tertinggi PDB PPP Benin terjadi pada tahun 2018 dengan pertumbuhan 1,64 persen. Sedangkan penurunan terburuk tercatat pada tahun 2022 dengan kontraksi sebesar 2,79 persen. Selama periode ini tidak ditemukan anomali nilai yang menyimpang jauh dari pola fluktuasi naik turun tipis sebelum tahun 2021.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kab. Merauke | 2024)
Dari sisi peringkat regional di kawasan Afrika, peringkat Benin turun dari posisi 18 pada tahun 2023 menjadi posisi 21 pada tahun 2024. Ini merupakan penurunan peringkat terburuk yang pernah tercatat sepanjang 10 tahun data historis yang tersedia untuk indikator ini.
Proyeksi IMF hingga tahun 2030 menunjukkan PDB PPP Benin akan tetap stagnan di kisaran angka 201 hingga 202 unit. Penurunan kecil masih akan terjadi pada 2025 dan 2026, sebelum akhirnya hanya tumbuh sangat tipis di bawah 0,2 persen per tahun tanpa pemulihan signifikan menuju level sebelum tahun 2022.
Pada tahun 2024, posisi Benin berada jauh di bawah 5 negara teratas kawasan Afrika yaitu Sierra Leone, Guinea, Madagaskar, Tanzania dan Uganda. Bahkan dibandingkan negara tetangga seperti Mali, Senegal dan Togo, nilai PDB PPP Benin masih berada di bawah rata-rata negara serumpun di kawasan Afrika Barat.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.869 | +0.05 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |