Inflasi Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah di Kabupaten Halmahera Tengah Bulan Juni 0,1%
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Pengeluaran listrik dan bahan bakar rumah tangga di Kabupaten Halmahera Tengah pada Juni lalu mencapai 0,1%. Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 0,23%. Di antara empat kelompok inflasi yang diukur di daerah ini, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah menyumbang 0,15% inflasi daerah.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kab. Merauke | 2024)
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah di Kabupaten Halmahera Tengah berada di level 103,42 pada Juni 2026, lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 103,32.
Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, inflasi perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah telah mencapai 0,35% (year on year/yoy). Sementara jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, pengeluaran di Kabupaten Halmahera Tengah telah mengalami pertumbuhan 0,35% (year to date/ytd).
Hasil survei BPS, data per Juni 2026, 11 kelompok inflasi ini berada di urutan ketiga di bandingkan sub kelompok lainnya.
(Baca: Statistik Jumlah Penduduk Pengangguran di Perkotaan Periode 2015-2024)
Berikut ini inflasi subkelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah yang di ukur BPS per Juni di Kabupaten Halmahera Tengah :
- Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah 0,15 %
- Kelompok listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,1 %
- Kelompok sewa dan kontrak rumah 0,57 %
Dibandingkan dengan 86 kabupaten/kota lain, inflasi perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tertinggi terjadi di Indonesia sebesar 0,06% dengan IHK sebesar 102.81 dan terendah terjadi di Kabupaten Gunung Kidul sebesar 0,34% dengan IHK sebesar 103.51. Sementara untuk Kabupaten Halmahera Tengah ini menempati urutan 41.
Inflasi (umum) bulan Mei 2026 di tingkat nasional sebesar 0,28% naik dari bulan sebelumnya (month to month/m-to-m). Jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, inflasi umum nasional telah mencapai 1,95% (ytd) dan jika dibandingkan dengan posisi Juni 2025, telah terjadi inflasi sebesar 3,34% (yoy).
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jun) | 3,34% | +0.26 | |
| Inflasi mom (Jun) | 0,44% | +0.16 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 18.059 | -0.09 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Ekspor Migas (Mei) | 758,10 | -34.38 | |
| Neraca perdagangan (Mei) | -1,61 | -1,907.18 | |
| Impor Migas (Mei) | 4,51 | -1.82 | |
| Ekspor (Mei) | 23,20 | -8.30 | |
| Impor (Mei) | 24,81 | -1.59 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jun) | 114,65 | +0.76 |