- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) mencatat nilai PDB Paritas Daya Beli Malaysia pada tahun 2024 tercatat sebesar 1,4 unit. Angka ini menunjukkan penurunan berkelanjutan sejak tahun 2021, dimana selama tiga tahun terakhir nilai indikator ini terus turun tanpa ada kenaikan satupun periode. Selama periode 2022 hingga 2024, penurunan total mencapai 6,67 persen, dengan laju penurunan terbesar terjadi pada tahun 2023 sebesar 5,32 persen.
(Baca: Jumlah Kota Jawa Barat Tertinggi pada 2024)
Rata-rata pertumbuhan PDB PPP Malaysia selama tiga tahun terakhir adalah minus 2,53 persen per tahun. Angka ini jauh lebih buruk dibanding rata-rata lima tahun terakhir yang tercatat minus 2,14 persen per tahun. Artinya, performa indikator daya beli masyarakat Malaysia mengalami penurunan kinerja yang semakin parah dalam tiga tahun terakhir dibanding periode lima tahun sebelumnya.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Malaysia terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Selama 10 tahun periode data yang dicatat, kenaikan tertinggi PDB PPP Malaysia terjadi pada tahun 2017 dengan pertumbuhan positif 1,97 persen. Sementara itu kontraksi terbesar atau penurunan nilai paling dalam terjadi pada tahun 2023, dimana kontraksi ini berarti nilai daya beli riil masyarakat Malaysia anjlok lebih dari 5 persen hanya dalam satu tahun periode. Anomali penurunan ekstrem tahun 2023 ini merupakan penurunan terdalam sepanjang 10 tahun data yang tersedia.
Sepanjang seluruh periode 10 tahun pengamatan mulai tahun 2015 hingga 2024, peringkat PDB Paritas Daya Beli Malaysia di kawasan ASEAN tetap konsisten berada di posisi 8. Tidak ada perubahan peringkat baik kenaikan maupun penurunan selama satu dekade ini, meskipun terjadi pergerakan nilai yang cukup signifikan pada negara lain di kawasan yang sama.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Kalimantan Barat | 2024)
Selama 10 tahun terakhir, nilai indikator ini menunjukkan pola fluktuatif yang artinya sempat mengalami kenaikan secara bertahap pada tahun 2015 hingga 2017, kemudian mulai berbalik arah turun secara perlahan hingga tahun 2020, sebelum akhirnya mengalami penurunan yang semakin tajam memasuki tahun 2022 hingga 2024. Tidak ada periode kenaikan berkelanjutan lebih dari 3 tahun berturut-turut pada data historis ini.
Di kawasan ASEAN, posisi Malaysia tahun 2024 berada di atas Singapura dan Brunei Darussalam yang menduduki peringkat paling bawah kawasan. Sementara itu negara dengan performa terbaik PDB PPP tahun 2024 adalah Vietnam di peringkat 1, diikuti Indonesia di peringkat 2 kawasan. Penurunan pertumbuhan Malaysia tahun 2024 sebesar 1,61 persen juga lebih buruk dibanding 7 negara lain ASEAN yang mencatat pertumbuhan positif atau penurunan lebih kecil.
IMF memproyeksikan nilai PDB Paritas Daya Beli Malaysia akan stagnan pada kisaran 1,4 unit hingga tahun 2030. Proyeksi ini menunjukkan tidak ada perbaikan ekonomi riil yang signifikan, dimana setelah penurunan yang terjadi pada tahun 2024, nilai indikator hanya akan bergerak datar tanpa pertumbuhan berarti selama 6 tahun ke depan. Kondisi ini mengkonfirmasi bahwa daya beli riil masyarakat Malaysia tidak akan kembali ke level sebelum tahun 2022 setidaknya hingga akhir dekade ini.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.864 | +0.19 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |