PDB

PDB Paritas Daya Beli (PPP) Malaysia 2015 - 2024

1
Agus Dwi Darmawan 14/02/2026 09:51 WIB
Image Loader
Memuat...
PDB Paritas Daya Beli (PPP) Malaysia 2015 - 2024
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

International Monetary Fund (IMF) mencatat nilai PDB Paritas Daya Beli (PPP) Malaysia pada tahun 2024 mencapai 1.4 unit, mengalami penurunan sebesar 1.61% dibandingkan tahun 2023 (1.42 unit). Selama tiga tahun terakhir (2021-2023), nilai ini terus menurun dari 1.52 unit menjadi 1.5 unit lalu 1.42 unit. Nilai 2024 lebih rendah dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (1.48 unit) dan rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) sebesar 1.504 unit, menunjukkan tren penurunan daya beli mata uang domestik relatif terhadap mata uang internasional.

(Baca: Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Level Rp. 16.659,4 per Dolar AS (Rabu, 26 November 2025))

International Monetary Fund (IMF) mencatat bahwa kenaikan tertinggi nilai PDB PPP Malaysia dalam 10 tahun terakhir terjadi pada tahun 2017 dengan nilai 1.61 unit, sedangkan nilai terendah dicapai pada tahun 2024. Anomali terjadi pada tahun 2023, di mana pertumbuhan PDB PPP mengalami kontraksi sebesar 5.32%—kontraksi ini berarti penurunan nilai yang jauh lebih besar dibandingkan rata-rata penurunan selama 10 tahun terakhir (sekitar 1.2% per tahun), disebabkan oleh gangguan rantai pasokan global dan penyesuaian kebijakan moneter domestik.

Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Malaysia terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).

Dalam peringkat regional ASEAN, Malaysia tetap berada di posisi ke-8 selama sepuluh tahun berturut-turut (2015-2024), tidak ada perubahan peringkat dibandingkan tahun sebelumnya. Posisi ini berada di bawah Thailand (peringkat 7) dan di atas Singapura (peringkat 9), serta Brunei Darussalam yang berada di peringkat terendah (10) dengan nilai PDB PPP sebesar 0.496 unit pada tahun terakhir. Nilai PDB PPP Malaysia tahun 2024 adalah hampir tiga kali lipat dari nilai Brunei Darussalam.

(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Burundi 2015 - 2024)

IMF memberikan proyeksi PDB PPP Malaysia untuk tahun 2025-2030. Proyeksi tahun 2025 menunjukkan nilai 1.401 unit, hanya mengalami penurunan kecil sebesar 0.07% dibandingkan tahun 2024. Tahun 2026, proyeksi nilai naik menjadi 1.409 unit dengan pertumbuhan 0.57%, kemudian stabil pada 2026-2027 sebelum penurunan kecil kembali pada 2028-2029 dan stabil di 2030. Proyeksi ini menunjukkan kondisi ekonomi akan mengalami pemulihan kecil setelah penurunan terus menerus dari 2021 ke 2024, meskipun tidak segera kembali ke nilai sebelum 2021.

Dibandingkan negara lain di ASEAN, Vietnam berada di peringkat teratas dengan nilai PDB PPP sebesar 6956.919 unit pada tahun terakhir, sementara Myanmar berada di peringkat ke-5. Pertumbuhan PDB PPP Malaysia tahun 2024 (-1.61%) lebih baik dibandingkan Brunei Darussalam yang mengalami kontraksi sebesar 4.25%—kontraksi tersebut menunjukkan daya beli mata uang Brunei menurun lebih cepat dibandingkan mata uang internasional dibandingkan Malaysia, sehingga nilai konversi PPP-nya turun secara signifikan.

Data Populer

Loading...