PDB

PDB Paritas Daya Beli (PPP) Malaysia 2015 - 2024

1
Agus Dwi Darmawan 22/01/2026 09:35 WIB
Image Loader
Memuat...
PDB Paritas Daya Beli (PPP) Malaysia 2015 - 2024
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

International Monetary Fund (IMF) mencatat PDB Paritas Daya Beli (PPP) Malaysia pada 2024 sebesar 1.40 Unit, melanjutkan tren penurunan dari tahun sebelumnya. Penurunan ini terefleksi dari pertumbuhan PDB tahunan yang negatif turun 1.61%. Kondisi ini menunjukkan pelemahan daya beli masyarakat Malaysia dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Dalam tiga tahun terakhir (2022-2024), PDB PPP Malaysia terus mengalami penurunan. Dari 1.50 Unit pada 2022, menjadi 1.42 Unit pada 2023, dan 1.40 Unit pada 2024. Rata-rata pertumbuhan PDB tahunan selama periode ini adalah negatif, mencerminkan tantangan dalam menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.

(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi di Kab. Bangka Selatan 2018 - 2024)

Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Malaysia terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).

Jika dibandingkan dengan lima tahun terakhir (2020-2024), penurunan PDB PPP terlihat lebih signifikan. Rata-rata PDB PPP selama periode ini lebih tinggi dibandingkan dengan angka 2024. Hal ini mengindikasikan bahwa dalam lima tahun terakhir, kondisi ekonomi Malaysia mengalami tekanan yang lebih besar dibandingkan periode sebelumnya.

Kenaikan tertinggi dalam periode yang diamati terjadi pada tahun 2017, dengan PDB PPP mencapai 1.61 Unit. Sebaliknya, titik terendah terjadi pada tahun 2024, dengan PDB PPP sebesar 1.40 Unit. Penurunan ini mengindikasikan adanya tantangan struktural dalam perekonomian Malaysia yang perlu diatasi.

Posisi Malaysia dalam ranking regional untuk PDB PPP tetap stabil di peringkat 8. Ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi penurunan dalam nilai absolut PDB PPP, posisi relatif Malaysia di antara negara-negara di kawasan ASEAN tidak mengalami perubahan signifikan.

(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Seychelles 2015 - 2024)

IMF memproyeksikan PDB PPP Malaysia akan sedikit pulih pada 2025 menjadi 1.401, namun kembali mengalami kontraksi turun 0.07%. Proyeksi ini mengindikasikan pemulihan ekonomi yang lambat dan tidak signifikan dalam jangka pendek. Kontraksi yang diproyeksikan menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Di antara negara-negara ASEAN lainnya, Indonesia memiliki PDB PPP tertinggi dengan angka 4747.903. Sementara itu, Vietnam menunjukkan pertumbuhan PDB PPP yang positif sebesar 1.70%. Dibandingkan dengan negara-negara ini, Malaysia menunjukkan kinerja yang kurang menggembirakan dalam hal pertumbuhan PDB PPP.

Data Populer

Loading...