Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Deiyai Naik 14,79% dalam 5 Tahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 17/05/2026 08:35 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Deiyai Provinsi Papua Tengah (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Deiyai, Papua Tengah sebesar 48,28% pada 2025.

Angka tersebut turun 9,63% dari tahun sebelumnya sebesar 57,91%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 14,79%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Deiyai lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Deiyai yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 48,28% dari total penduduk.

Dibanding 7 kabupaten/kota lain di Provinsi Papua Tengah, PoU di Kabupaten Deiyai ada di urutan terakhir. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Nabire (20,19%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Papua Tengah pada 2025.

  1. Kabupaten Nabire: 20,19%
  2. Kabupaten Mimika: 20,85%
  3. Kabupaten Puncak Jaya: 25,1%
  4. Kabupaten Intan Jaya: 31,02%
  5. Kabupaten Paniai: 39,89%
  6. Kabupaten Dogiyai: 46,4%
  7. Kabupaten Puncak: 48,22%
  8. Kabupaten Deiyai: 48,28%

(Baca: BPOM Temukan 56 Ribu Produk Pangan Tanpa Izin Edar Jelang Lebaran)

Data Stories Terkini
Databoks Premium
Databoks Premium
Databoks Premium

Data Populer

Loading...