Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Tulungagung Turun 1,16% Setahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 13/09/2026 13:12 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur sebesar 8,9% pada 2025.

Angka tersebut turun 1,16% dari tahun sebelumnya sebesar 10,06%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 0,5%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Tulungagung lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Tulungagung yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 8,9% dari total penduduk.

Dibanding 37 kabupaten/kota lain di Provinsi Jawa Timur, PoU di Kabupaten Tulungagung ada di urutan ke-24. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Surabaya (1,9%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Situbondo (17,22%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Jawa Timur pada 2025.

  1. Kota Surabaya: 1,9%
  2. Kota Batu: 2,94%
  3. Kabupaten Gresik: 3,51%
  4. Kota Probolinggo: 4,21%
  5. Kabupaten Sidoarjo: 4,28%
  6. Kabupaten Sumenep: 4,63%
  7. Kota Pasuruan: 5,08%
  8. Kabupaten Lamongan: 5,37%
  9. Kota Mojokerto: 5,38%
  10. Kota Malang: 5,4%

(Baca: Banyak Anak Muda Nilai Kinerja Pemerintah Buruk, Terutama Soal Kemiskinan dan Ekonomi)

Data Pasar

Macro update by
13 September 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Agu) 3,19% +0.31
Inflasi mom (Jul) -0,14% -0.58
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Mar) 8,07% -0.18
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.621 +0.15
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Neraca perdagangan (Jul) 121,90 -127.06
Ekspor Migas (Jun) 1,07 +40.52
Impor Migas (Jun) 4,56 +0.96
Ekspor (Jun) 25,46 +9.72
Impor (Jun) 25,91 +4.41
Kunjungan Wisman (Mei) 1,38 +10.69
NTP (Jul) 116,16 +1.32

Data Populer

Loading...